BAGANSIAPIAPI - Seluruh areal perkebunan sawit milik warga yang berada di kelurahan kelurahan Bangko Kiri dan kelurahan Bangko Kanan kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir, Riau terendam air. Tingginya curah hujan menjadi penyebab utama selain penyumbatan parit primer inti yang sudah lama tidak dinormalisasi.

"Kondisi ini sudah terjadi sejak tiga tahun yang lalu. Akibanya, lahan kami sudah tidak berproduksi lagi menghasilkan buah akibat terendam air," kata warga Bangko Pusako, Lamhot Hutapea, Minggu (18/11/2018).

Dia menyebutkan, akibat satu satunya sumber mata pencahrian dari sektor perkebunan, dirinya mengaku sulit mencari nafkah untuk keluarganya dan bahkan anak-anaknya terancam putus sekolah.

"Sudah 3 tahun ini airnya tak pernah kering pak. Itulah sebabnya banyak yang musnah lahan-lahan sawit kami," ujar Lamhot.

Dikatakannya, masalah banjir didaerah disebabkan penyumbatan aliran parit primer di sepanjang jalan poros atau jalan Annas Maamun kecamatan Bangko Pusako. Gorong-gorong juga tidak berfungsi maksimal karena banyak berdiri rumah permanen diatas parit utama tersebut.

Dirinya sudah pernah menuliskan surat permohonan penyelesaian persoalan petani ke Polres Rokan Hilir dengan tembusan Lurah dan Camat. Tapi sampai saat ini, belum ada solusi untuk mereka.

Selain merendam perkebunan, beberapa sekolah di kelurahan Bangko Kanan juga terpaksa diliburkan karena terendam air. Solusi swadaya juga sudah disampaikan mereka kepada pemerintah untuk mengatasi atau menormalisasi parit tersebut.

Dia berharap agar pemerintah memberikan solusi atas terendamnya kebun sawit mereka dengan alternatif walaupun tidak harus melalui anggaran APBD, minimal berswadaya menurunkan alat berat. ***