TELUKKUANTAN - Pelaksanaan ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) calon aparatur sipil negara (CASN) hari pertama di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, secara umum berjalan dengan lancar. Hanya saja diwarnai peserta yang tidak hadir tanpa keterangan dan ada juga peserta yang tidak membawa syarat.

Seperti pada sesi III, salah seorang peserta tidak bisa masuk ruang ujian karena tidak membawa e-KTP.

Ketika itu, ia hendak masuk ruang ujian, panitia kembali melakukan pemeriksaan terhadap syarat peserta. Ada lima syarat yang wajib dibawa, yakni e-KTP, pensil, kartu ujian, surat rapid antigen dan surat deklarasi sehat.

Peserta tersebut ternyata tidak membawa e-KTP. Didampingi salah seorang panitia, ia mencari Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kuansing, Hendri Siswanto. Saat itu, ia meminta jalan keluar agar bisa masuk ruang ujian.

"Tak bisa masuk, itu syarat mutlak. Kalau e-KTP tak ada, KK asli. Jika tak ada, tak bisa masuk. Kalau kami izinkan masuk, nanti pihak BKN yang didalam akan mengeluarkan," ujar Hendri Siswanto.

Hendri memberi waktu kepada peserta tersebut untuk melengkapi syarat hingga pukul 13.55 WIB. Sebab, ujian SKD sesi III akan dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Namun, peserta ini tidak mampu melengkapi syaratnya. Dengan berat hati, peserta ujian pada sesi III ini meninggalkan Aula SMA Pintar.

Mengenai hal ini, Hendri Siswanto menyatakan pihaknya jauh-jauh hari sudah mengingatkan para peserta untuk membawa lima syarat. "Kami sudah konsultasi ke BKN, kalau ada syarat yang kurang, tak bisa masuk."

"Jangan kan itu, saat registrasi, jika peserta tak mirip dengan fotonya, harus kami konfirmasi ke pusat. Sekarang, register ulang dilakukan secara online. Ada kamera di komputer. Jadi, komputer langsung melakukan analisa kecocokan wajah. Tadi ada satu orang yang seperti itu, kami tunggu BKN, akhirnya oke dan dia bisa masuk," papar Hendri.

Dikatakan Hendri, panitia seleksi berupaya agar para peserta bisa ikut ujian SKD. Bahkan, tak jarang para peserta dipinjamkan sepatu panitia. "Syarat sepatu hitam, tapi dia warna lain. Kami panitia langsung buka sepatu, pinjamkan ke dia supaya dia bisa masuk."

"Ada juga pakai baju lengan pendek, sementara tata tertibnya lengan panjang. Kami bantu, kami pinjamkan baju. Terus, ada juga warna bajunya tidak terlalu putih, kami bantu dan saya mohon ke BKN agar bisa masuk. Kalau tidak berkaitan subtansi, kami akan bantu. Begitu inginnya kami agar masyarakat Kuansing punya kesempatan untuk ikut seleksi," papar Hendri.

Hendri kembali mengingatkan peserta yang akan mengikuti SKD, agar mempersiapkan segala sesuatu untuk ujian. Terutama lima syarat untuk masuk ruang ujian.

"Kita berharap, kejadian pada hari ini tidak terjadi pada hari selanjutnya. Sayang, kalau ada pesrta yang tak bisa ikut karena tak bawa syarat," tutup Hendri.***