PEKANBARU- Pasca tewasnya seorang pria berinisial NA alias Nang (35) karena diterkam harimau sumatera di kawasan PT Baraindo, Dusun Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, pada Minggu (25/8/2019), Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengerahkan timnya ke lokasi.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari aparat keamanan di lokasi pada Senin (26/8/2019) pagi. Atas laporan tersebut Suharyono mengirimkan tim untuk melakukan konfirmasi kejadian yang sebenarnya.

"Atas informasi itu kami langsung koordinasi dengan aparat keamanan setempat di sana untuk mengonfirmasi perihal kejadian itu. Dimana lokasi persisnya, apakah di lokasi hutan atau tidak. Aktivitas apa yang sedang dilakukan korhan, dia tidak sendirian waktu itu. Kita sedang koordinasi dengan aparat setempat untuk menentukan penanganan lebih lanjut," ujar Suharyono kepada wartawan, Senin (26/8/2019) malam.

Suharyono mengatakan, dari informasi awal yang dimiliki, korban merupakan warga pendatang dari Sumatera Selatan yang melakukan aktivitas di wilayah konsesi PT Baraindo, yang statusnya adalah kawasan hutan.

"Jadi korban menurut informasi yang didapat dari RT Kampung Danau Pak Rayo, berdasarkan identitasnya, dia ini bukan warga Riau yang sesekali datang untuk melakukan aktivitas di situ," lanjut Suharyono.

Untuk diketahui, korban terkaman buaya ditemukan oleh warga sekitar pada hari Senin (26/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan, kaki sebelah kiri sudah tinggal tulang, begitupula tangan sebelah kanannya juga hanya tinggal tulang, bagian kepala hingga leher penuh dengan bekas cabikan Harimau Sumatera.***