SIAK - Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Siak sebagai pilot project smart city di Indonesia pada Mei 2017 silam. Bagaimana penerapannya masih dimonitoring dan dievaluasi hingga tahun 2022 mendatang.

Perwakilan Kementerian Kominfo Hary Febriansyah mengatakan dari hasil karya dan kerja keras, maka tahun 2017 itu Siak terpilih bersama 25 daerah lainnya di Indoensia untuk ikut program 100 smart city.

"Jadi ini bukan pemberian/hadiah dari Kementerian Kominfo mengenai layak atau tidaknya Kabupaten Siak untuk ikut dalam program ini. Di Indonesia hingga sekarang lebih kurang ada 450 Kabupaten/Kota dan Siak yang masuk ke 25 Kabupaten/Kota terpilih pada tahun 2017," ucapnya.

Ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan, sambung Hary, terlebih lagi boleh dikatakan usia Kabupaten Siak ini masih remaja karena pemekaran tahun 2000 dan 2017.

"17 tahun itu masih usia remaja dan bisa mengalahkan Kabupaten/Kota yang sudah senior sebelumnya. Siak sangat layak menjadi salah satu contoh mengenai penerapan smart city," katanya kegiatan saat acara Bimbingan Teknis Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Smart City Kabupaten Siak tahun 2020, di Ruang Raja Indra Pahlawan Kantor Bupati Siak, Rabu (26/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H Jamaludin yang mebuka acara tersebut menyampaikan smart city Kabupaten Siak yang dimotori oleh masing-masing OPD yang tergabung dalam dewan dan tim smart city Kabupaten Siak sudah berjalan selama 3 tahun.

"Bila dibandingkan dengan Kabupaten Kota yang 25 Kabupaten/Kota pertama, Siak yang termasuk baik perkembangannya dalam pelaksanaan smart city ini. Oleh sebab itu setiap tahunnya ada pendampingan dan bimbingan yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo,'' sebut Jamal.

Smart city tidak hanya berbicara tentang teknologi, lanjut Jamal, namun juga bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada di daerah itu sendiri secara cerdas, demi untuk memberikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat.

Konsep smart city ini juga sejalan dengan misi Kab. Siak, dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang berdaya saing dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, serta pelayanan publik yang prima.

"Berbagai program dan kegiatan telah dijalankan. Program pariwisata pengembangannya kini sudah menggunakan aplikasi Pesona Siak. Bagaimana perkembangan Siak ada di sana,'' tuturnya.

Lebih lanjut Jamal menerangakan, kegiatan lainnya yang dijalankan termasuk juga diantaranya, dalam melaksanakan tata kelola Pemerintahan Siak juga sudah menggunakan e-planing dalam merencanakan pembangunan.

''Begitu juga dalam tata kelola keuangan kita sudah menggunakan juga aplikasi e-budgeting,'' jelasnya. ***