PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - KONI Pelalawan menjadi contoh pertama penegakan sportivitas di kepengurusan KONI se-Riau. Dengan penuh kesadaran, para pengurus KONI yang berasal dari pejabat publik menyatakan siap mundur dari KONI Pelalawan. Namun langkah itu akan dilakukan pada Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) yang akan digelar dalam waktu dekat.

''Kita akan gelar Muscablub untuk pergantian pengurus. Tak mungkin KONI ditinggal begitu saja saat pengunduran diri pejabat publik. KONI Pelalawan tetap harus eksis dan kursi yang ditinggal harus segera diisi agar roda organisasi tetap berjalan. Kita yakin dengan dukungan semua pihak, KONI Pelalawan akan mampu memerankan fungsinya sebagai pembina olahraga di daerah ini sekaligus mensupport lahirnya bibit-bibit olahraga daerah dan nasional,'' ujar Ketua Harian KONI Kabupaten Pelalawan H Abu Bakar Fisda Eli, SSos, MAp, Kamis (8/11/2012).

Putusan pengunduran pejabat publik dari kepengurusan KONI ini sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri yang meminta pejabat publik yang rangkap jabatan di KONI daerah untuk mengundurkan diri. Pertimbangan dalam UU Olahraga, kepengurusan KONI tidak diperbolehkan dari pejabat publik seperti kepala daerah dan pegawai yang digaji lewat pemerintah.

''Para pejabat di Pelalawan sudah menyatakan siap mundur dari KONI sesuai dengan ketentuan yang ada. Tapi karena di KONI Pelalawan banyak pengurus dari pejabat publik, maka harus ada Muscablub pergantian pengurus agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan,'' jelas Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan ini.

Dikatakan, pengunduran diri pengurus dari lingkup pejabat struktural dan pejabat publik sudah mematuhi ketentuan yang ada, meski masa jabatan pengurus KONI Pelalawan saat ini belum berakhir.

Seperti diketahui, pemerintah sudah mengeluarkan ketentuan bahwa pengurus komite olahraga nasional, komite olahraga provinsi, dan komite olahraga kabupaten/kota bersifat mandiri dan tidak terikat dengan kegiatan jabatan struktural dan jabatan publik.

''Kami menyikapi ketentuan ini dengan positif dan legowo mundur dengan senang hati. Sebenarnya rencana mundur dilakukan sebelum PON VXIII lalu, namun mengingat banyaknya aktivitas PON yang perlu didukung dan tidak mau membuat cacat helat olahraga terakbar di Indonesia itu, maka pengurus lama masih bertahan sehingga pasca PON kami bertekad mundur,'' ungkapnya.

Bahkan untuk permasalahan ini, KONI Pelalawan juga telah melakukan koordinasi ke pengurus KONI pusat. ''Selain menyurati kami juga mendatangi KONI Pusat berkoordinasi. Ya hasilnya memang tidak ada secara langsung menyuruh mundur atau tetap bertahan di pengurus. Namun kami tetap akan mundur dan memberikan kesempatan pihak lain mengembangkan dan memajukan KONI Pelalawan kedepan agar lebih baik lagi,'' papar Abu sambil menyebutkan saat ini duduk sebagai Ketum KONI Pelalawan Drs H Zardewan (Sekadab Pelalawan), Sekretaris Drs H Syafruddin, MSi (Kadisduk Capil) dan sejumlah pengurus lainnya.

''Namun saya tidak memastikan apakah pengurus dari kalangan legislatif ikut mundur apa tidak. Memang ada beberapa pengurus KONI Pelalawan yang juga anggota DPRD Pelalawan. Keputusan mundur atau tetap bertahan itu keputusan sendiri,'' ucapnya.

Muscablub KONI Pelalawan rencananya, sebut. mantan Kabag Humas Pelalawan ini, akan digelar minggu ketiga bulan November. ''Namun sebelum Muscablub, kami juga akan mengundang sejumlah nama dari pihak lain, katakan pihak swasta yang bukan dari pemerintahan untuk berembug bersama,'' terangnya sambil menyebutkan sejumlah nama yang tercium akan maju pada bursa pengurus KONI Pelalawan yang baru antara lain mantan anggota DPRD Pelalawan periode pertama yang juga pengusaha H Daslir Maskar, mantan anggota DPRD Pelalawan juga pengurus Parpol PAN, Tengku Zulmizan Assegaf, SE,Ak, dan pengusaha Abu Mansur Matridi. (kst)