BENGKALIS, GORIAU.COM - Gedung serbaguna SMA 2 Bengkalis yang diserahkan tiga tahun lalu, 2009 oleh Pemkab Bengkalis hingga kini belum pernah digunakan. Pasalnya, sejak diserahkan, gedung itu tak memiliki meubeleur, bocor dan lantainya hanya disemen kasar. Karena kondisinya yang memprihatinkan itu, maka pihak sekolah tidak pernah menggunakan untuk kegiatan.
Pantauan GoRiau.com di lokasi sekolah tersebut, terlihat gedung tersebut tidak terurus, tak diplavon bahkan blok-blok air terlihat di lantai. Gedung itu hanya berupa ruang lepas yang tidak memiliki kursi ataupun perlengkapan lain layaknya sebuah gedung serbaguna.
Ide awal pembangunannya, menurut salah seorang staf pengajar, gedung itu akan digunakan untuk berbagai kegiatan ekstra kurikuler oleh siswa, namun karena kondisinya yang tak memungkin, maka tak pernah digunakan. Gedung itu dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2009, dan tahun itu sudah diserahkan. Saat diserahkan, kondisinya belum diplavon, belum di pasang keramik, dan tak ada meubeleur. Gedung itu rencananya akan dijadikan pusat kegiatan siswa karena bisa menampung 300 orang.
Kepala SMA 2 Bengkalis, Husin El Fikri saat ditemui Kamis (8/11/2012) mengungkapkan dia tak tahu persis apakah saat pembangunan gedung serbaguna tersebut tahun 2009 di bestek atau kontraknya. Saat diserahkan kondisinya sudah seperti itu.
''Kita hanya menerima apa yang diberikan pemerintah. Ketika saya sebagai Kepsek menerima gedung tersebut, kondisinya dalam keadaan tak bisa dipakai. Dan hingga kini sama sekali belum termanfaatkan,'' ungkap Husin.
Husin memaparkan jika pihaknya memang tidak pernah mengusulkan ke Dinas Pendidikan untuk melengkapi bangunan gedung tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan siswa SMAN 2, namun Kadisdik Herman Sani sudah pernah dibawanya untuk melihat kondisi gedung itu.
Ketua Komite SMAN 2 Bengkalis Herman yang juga anggota DPRD Bengkalis sangat menyayangkan tak termanfaatkannya gedung tersebut sejak dibangun tiga tahun lalu. Padahal gedung tersebut katanya sangat dibutuhkan oleh siswa untuk berbagai kegiatan.
''Kita minta Dinas Pendidikan untuk memperhatikan masalah ini. Apakah gedung itu dibiayai memang seperti itu, dicor kasar dan tidak berkeramik, tidak ada plafon dan lainnya. Atau memang ini permainan rekanan yang membangun karena gedung tersebut terkesan dibangun asal-asalan,"ujar Herman.
Sementara Kadisdik Bengkalis melalui Kabiddimen Tuti Amlizarti yang dihubungi mengatakan jika saat ini belum ada program untuk rehab gedung serbaguna SMAN 2 Bengkalis. Karena untk melakukan langkah lebih lanjut, harus dilihat dulu kontrak sebelumnya (tahun 2009) apakah pembangunannya memang seperti apa yamg ada sekarang, ataukah di bestek ada keramik tapi tak disiapkan oleh rekanan.
''Saya akan bicarakan dulu dengan Kepala Dinas soal ini. Dan mengecek kontrak pembangunan gedung tersebut. Appakah diaudit atau bagaimananya. Sebab susah juga kalau kita langsung lakukan rehab, karena gedung itu sendiri belum pernah dipakai. Dan kalau ternyata dalam kontraknya ada pakai keramik dan plafon serta fasilitas lainnya, lantas sekarang kita lakukan lagi, nanti salah pula langkah kita," ungkap Tuti sembari menyebut jika setakat ini yang bisa dilakukan mengecek apakah bangunan itu sesuai atau tidak dengan bestek. (jfk)


