SIAK SRI INDRAPURA - Dua kecamatan di Kabupaten Siak sudah mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) untuk mensuskeskan program Germas (Gerakan masyarakat hidup sehat). Bahkan sejak 2018, Pemkab Siak juga sudah membangun ratusan jamban untuk masyarakat kurang mampu.

Dikatakan Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi, tahun 2018 lalu, Pemkab Siak sudah membangun jamban sehat sebanyak 30 unit dan 2019 ini meningkat 100 unit. Hal itu dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kita juga dibantu oleh Baznas Siak, melalui program jamban sehat bagi keluarga tidak mampu. Saya juga berharap kepada pelaku dunia usaha melalui CSRnya juga dapat membantu membuat jamban sehat bagi keluarga tidak mampu," ujar Bupati.

Kabupaten Siak memiliki 14 kecamatan dengan rincian 9 kelurahan 121 kampung. Untuk yang sudah mendeklarasikan SBABS 2016 lalu, yaitu kecamatan Dayun dengan 11 Kampung.

Ads
Selanjutnya pada tahun ini, kecamatan Lubuk Dalam dari 15 kampung yang di dalamnya juga tergapat 1 kampung dari Sabak Auh, 1 kampung dari Bungaraya, 1 dari Mempura, Koto gasib, Tualang dan Kerinci Kanan.

Jamban Sehat, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi satu diantara hal pendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), karena kebiasaan buang air besar menjadi salah satu faktor penentu apakah lingkungan suatu masyarakat tergolong bersih atau tidak. Lingkungan bersih dapat mencegah mewabahnya penyakit menular diantaranya penyakit Diare, Thyroid.

"Perilaku berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan. Penyakit tidak menular dan penyakit menular sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan pola hidup bersih," kata Bupati Siak Alfedri dalam acara Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) di Kampung Sialang Palas Kecamatan Lubuk Dalam, Senin (12/08/2019).

Alfedri mengajak masyarakat dapat menerapkan gaya hidup sehat, karena itu kebutuhan dasar masyarakat yang harus ditingkatkan sosialisasinya dilingkungan masyarakat pedesaan.

"Saya berharap dari 15 kampung yang sudah mendeklarasikan diri (SBAB) dapat memotivasi kampung yang lain, dalam melakukan perilaku hidup sehat dengan stop buang air besar sembarangan," imbuh Alfedri lagi.

Alfedri mengakui tantangan pembangunan sanitasi pedesaan yang dihadapi umumnya masih berkaitan dengan perilaku dan budaya masyarakat, yaitu perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarangan tempat, khususnya ke dalam badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi, dan kebutuhan hygienis lainnya.

"Saya mengapresiasi 2 kecamatan yaitu kecamatan Dayun dan Lubuk Dalam yang telah mendeklarasikan BABS, saya mengharapkan kecamatan lain segera menyusul agar seluruh kecamatan di Siak sudah Open Defecation Free (ODF) sehingga kabupaten Siak, dikatakan Kabupaten yang sehat dapat terwujud,"ungkapnya.

Kegiatan ini di hadiri Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Siak, Ketua Forum Kabupaten sehat, Kepala Puskesmas se Kabupaten Siak, Camat se Kabupaten Siak, para penghulu, Anggota DPRD Siak Tarmigan serta Direktur Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI. ***