TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Bersempena dengan Milad Emas atau hari jadi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menyelenggarakan seminar sehari di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Kamis (11/6/2016).

Seminar yang mengangkat tema Konsistensi Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), dalam Menciptakan Masyarakat Maju Menuju Inhil Berjaya dan Gemilang 2025 ini diikuti lebih kurang 400 peserta dari berbagai kalangan.

Dimana para pembicara terdiri dari unsur legislatif, eksekutif dan akademisi yaitu Dr H Mariyanto SH MH (Wakil Ketua DPRD Inhil), H Yulizal S Sos MM (Kepala BPMPD Inhil), Dr Achmad Hidir Msi (Ahli Sosiologi UR) dan Dr Ir H Deni Efizon M Sc (Ahli Sumberdaya Pesisir dan Pulau Kecil UR).

Dalam penjelasannya, Ketua Panitia Seminar Sehari, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie mengatakan bahwa maksud dari perhelatan seminar sehari ini adalah melakukan pengkajian lebih dalam terhadap pelaksanaan DMIJ yang berjalan selama 1 tahun.

''Serta memaksimalkan fungsi berbagai pihak, guna peningkatan daya ungkit masyarakat desa dalam penguatan peran untuk aktif terlibat menyukseskan program DMIJ,'' jelas Alvi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11062015/img_1287jp-2465.jpgKetua Panitia Seminar Sehari, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie saat menyampaikan laporan panitia.Sementara itu, tujuannya sendiri dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil ini adalah untuk memperingati Milad Kabupaten Inhil yang ke-50 tahun 2015, menggali potensi wilayah yang belum termanfaatkan.

''Juga untuk menggelorakan program, karena DMIJ adalah tanggung jawab kita semua, serta mencari solusi alternatif untuk memaksimalkan program DMIJ,'' tukas Alvi.

Senada dengan itu, Bupati Inhil, HM Wardan mengungkapkan, pemilihan tema DMIJ pada seminar sehari ini, dipilihnya dikarenakan DMIJ adalah salah satu program unggulannya bersama Wakil Bupati, Rosman Malomo.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/11062015/img_1304jp-2464.jpgTerlihat para undangan dan peserta seminar sehari.''Kenapa DMIJ perlu diseminarkan dan dibahas, karena melalui seminar ini bisa dilihat dalam 1 tahun berjalan, mana saja titik lemah kita. Sehingga yang menjadi titik lemah bisa kita sempurnakan, sedangkan yang sudah berjalan dengan baik kita lanjutkan kembali,'' ujar HM Wardan.

Dengan seminar sehari ini pula dikatakan orang nomor 1 di Negeri Seribu Parit ini, program DMIJ bisa dibedah, sehingga menjadi bahan Pemkab untuk melakukan perbaikan-perbaikan.

''Muara akhir dari ini semua, adalah bagaimana program unggulan kita yang hanya ada satu-satunya di Indonesia ini dapat dirasakan masyarakat kegunaannya sehingga juga dapat menjadikan masyarakat kita sejahtera,'' harap HM Wardan.(ayu)