SELATPANJANG - Gangguan pasokan listrik yang terus berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai melumpuhkan sebagian aktivitas warga dan mengganggu pelayanan publik. Merespons keluhan yang terus berdatangan, pemerintah kabupaten bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memanggil pihak PLN guna menuntut tindakan nyata dan segera.
Pertemuan untuk mencari jalan keluar atas krisis daya ini berlangsung di Aula Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (15/9/2026). Area yang terdampak pemadaman cukup luas, mencakup Kecamatan Merbau, Tasik Putri Puyu, Rangsang, Tanjung Samak, hingga pusat pemerintahan di Selatpanjang.
Bupati Kepulauan Meranti, Asmar menyoroti betapa vitalnya energi listrik, terutama saat daerah dihadapkan pada situasi darurat darurat. Ia mencontohkan insiden kebakaran di Tanjung Samak baru-baru ini, dimana komunikasi koordinasi terputus akibat listrik padam.
"Kita ingin mendapatkan penjelasan yang utuh dari PLN. Bukan solusi lagi yang kita cari, tetapi bagaimana caranya di ibukota kabupaten dan kecamatan, listriknya hidup dan aman," tegasnya.
Kekhawatiran serupa datang dari pihak legislatif. Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali menyebut pemadaman yang berlarut-larut berpotensi memancing reaksi massa turun ke jalan jika tidak segera diatasi.
"Kami ingin mencari keputusan, bagaimana dalam waktu sesingkat-singkatnya listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak lagi mengalami kendala. Keputusan konkret harus diambil sebelum masyarakat bergerak," urainya.
Janji PLN Tambah Mesin Pembangkit Baru
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Dumai, Ahmad Meidiansyah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan warga. Ia memaparkan bahwa PLN telah menekan gangguan penyulang hingga 50 persen sepanjang Juli hingga Agustus dan rutin membersihkan jalur jaringan kelistrikan (ROW) menuju fasilitas vital.
Namun, akar masalah kelistrikan di Meranti saat ini bertumpu pada kurangnya kapasitas pembangkit. Untuk menutupi defisit daya tersebut, pihak PLN dan operator telah menyepakati jadwal kedatangan sejumlah mesin tambahan:
- Dua unit mesin tambahan masing-masing berkapasitas 400 kW dan 250 kW ditargetkan tiba di PLTD Lemang pada 19 September 2026.
- Satu unit mesin baru berkapasitas 500 kW jenis Komatsu dijadwalkan masuk pada 24 September 2026.
- Penyewaan mesin pembangkit utama berkapasitas 2 MW yang ditargetkan mulai beroperasi di Lemang pada 19 Oktober 2026.
- Redistribusi dua unit mesin dari Lemang untuk memperkuat pasokan di wilayah Tanjung Samak dan Melibur setelah mesin 2 MW aktif beroperasi.
Tuntutan Realisasi Kesepakatan
Kesepakatan teknis yang telah dijabarkan pihak PLN kemudian dituangkan dalam berita acara. Aparat keamanan yang hadir turut mendesak agar janji pengadaan dan redistribusi mesin ditepati guna meredam potensi konflik sosial.
Perwakilan dari Polres Kepulauan Meranti membeberkan bahwa kondisi mati-hidupnya jaringan listrik ini pernah memicu aksi spontan warga mendatangi kantor PLN Selatpanjang di masa lalu.
"Pelayanan listrik ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap pelayanan kelistrikan di Meranti benar-benar dapat berjalan dengan baik dan segera mendapatkan solusi permanen," sebut Kasat Intelkam Polres Kepulauan Meranti.
Seluruh butir kesepakatan penambahan daya di pembangkit Lemang, Teluk Belitung, Tanjung Samak, dan Teluk Buntal akan segera diteruskan oleh Manajer UP3 Dumai kepada General Manager PLN wilayah Riau untuk dieksekusi. ***


