BANGKINANG – Jembatan Danau Bingkuang yang menghubungkan arus lalu lintas dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang, Kabupaten Kampar terpaksa ditutup sementara. Penutupan jembatan yang dibangun pada tahun 1970 ini dilakukan akibat adanya kerusakan krusial pada bagian tumpuan yang menyebabkan lantai jembatan terangkat naik hingga 6 sampai 8 sentimeter.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanis Tulak Todingrara melalui PPK 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri membenarkan kondisi tersebut. Pihaknya memutuskan untuk segera menghentikan akses kendaraan di atas jembatan karena tonjolan lantai dinilai cukup membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas.

"Jembatan Danau Bingkuang dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang ditutup sementara karena ada kerusakan di bagian tumpuan jembatan," ujar Afdirman, Sabtu (30/5/2026).

Langkah cepat kini tengah disiapkan oleh pihak terkait. Tim khusus telah diterjunkan ke lokasi untuk meninjau secara mendalam kondisi teknis sebelum proses perbaikan konstruksi dimulai.

"Kami bersama tim ahli sedang melakukan evaluasi untuk perbaikan jembatan tersebut. Karena model sambungan jembatan ini merupakan model lama, yang dibangun tahun 1970," jelasnya.

Meski mengalami masalah yang mengharuskan penutupan jalur, konstruksi utama jembatan dipastikan masih dalam keadaan aman dan kuat. Tidak ditemukan pelemahan fatal pada kerangka utama jembatan bersejarah tersebut.

"Kalau untuk struktur jembatannya masih bagus, hanya ada kerusakan sedikit akibat tertabrak," paparnya.

Selama masa penutupan dan perbaikan berlangsung, seluruh arus lalu lintas dari arah Pekanbaru menuju Bangkinang dialihkan ke jembatan baru yang posisinya tepat bersebelahan. Pengendara dari kedua arah kini harus berbagi jalan dengan sistem dua lajur dalam satu jembatan.

"Jembatan sebelahnya digunakan untuk dua arah. Kami juga sudah pasang rambu-rambu, masyarakat yang melintas kami imbau untuk hati-hati dan bergantian dengan tertib," tutupnya. ***