PEKANBARU - Polres Kepulauan Meranti kembali menangkap salah satu pengedar narkoba ‎yang mengeroyok anggota polisi yang menyamar, Bripda Bima Prananta. Pelaku yaitu Doni Syahwanda alias Hamzah (24), warga Kelurahan Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

"Iya satu lagi kita tangkap. Jadi total pelaku pengeroyokan anggota polisi yang sudah berhasil kita tangkap ada 2 orang," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Laode Proyek Senin (14/1/2019).

Doni ditangkap di Persembunyainnya Jalan Kartini Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti. ‎Dia sengaja tidak pulang ke rumahnya karena jadi buronan setelah ikut mengeroyok anggota polisi tersebut.

"Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya ikut mengeroyok, serta terlibat dalam peredaran narkoba," jelas Laode.

Ads
Laode menyebutkan, jumlah pengedar narkoba yang mengeroyok Bripda Bima ada 4 orang. Dengan demikian, masih ada sisa 2 pelaku lainnya yang sedang diburu polisi.

"Selain itu kita juga memburu bos mereka, Debison alias Debai. Dia adalah bandar sabu yang menjadi target kami," tegas Laode.

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota polisi yang menyamar di Kabupaten Kepulauan Meranti, dikeroyok saat melakukan penangkapan terhadap pengedar narkoba. Bripda Bima mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami memar.

"Anggota kita yang sengaja kita perintahkan untuk melakukan penyamaran dikeroyok sejumlah pengedar sabu. Saat itu, anggota kita bertugas pura-pura jadi pembeli," kata Laode.‎

Laode mengatakan, salah satu pelaku inisial SA alias Cabi (29) warga Jalan Banglas, Kelurahan Selat Panjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti. Ketika pada Selasa (8/1) Bima menyamar menjadi pembeli dan berjanji bertemu dengan bandar sabu.

Bandar itu bernama Debison alias Debai yang merupakan residivis kasus narkoba juga. Mereka bertemu Selasa malam pukul 22.30 Wib. Debai menyuruh beberapa anak buahnya untuk berjumpa dengan Bima. Bima memang sendirian melakukan transaksi, namun sejumlah polisi lainnya memantau dari jarak jauh.

‎"Anggota kita transaksi dengan Sabri alias Cabi kaki tangannya Debai serta anak buahnya yang lain. Nah, saat transaksi itu anggota kita menangkap mereka, tapi jumlah mereka ternyata banyak dan mengeroyok," kata Laode.

Begitu melihat Bima dikeroyok, polisi lainnya langsung datang. Namun, para pelaku kabur, hanya satu orang yang dipegang Bima yaitu Cabi berhasil ditangkap.

"Petugas lainnya berusaha mengejar pelaku lainnya namun mereka sudah kabur terlalu jauh. Anggota yang dikeroyok langsung dilarikan ke rumah sakit, sedangkan pelaku dan barang bukti satu paket sabu diamankan," jelas Laode.

Pelaku Sabri ternyata juga positif sebagai pengguna narkoba setelah dilakukan tes urine. Sementara pelaku Doni negatif, alias teridentifikasi tidak mengkonsumsi sabu, melainkan sebagai pengedar. (gs1)