PEKANBARU - Terkait pungutan untuk dekorasi kelas, Komite Sekolah SMPN 34 Pekanbaru Abdul Kadir mengatakan tidak mengetahui terkait program dekorasi kelas maupun pungutan biaya yang dibebankan kepada wali murid yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah.

Dikatakannya, kabar tersebut baru diketahui usai adanya laporan dari orangtua murid. Ditegaskannya ia mengecam tindakan kepala sekolah yang melakukan pungutan kepada orangtua siswa.

"Saya baru tahu dan itupun laporan dari wali murid ke saya. Menurut saya itu berlebihan, ruang kelas dihias kayak ruang pengantin. Tidak ada gunanya. Tidak memeberikan nilai manfaat kepada siswanya," tanya Abdul.

Seharusnya, kata Abdul, tugas menghias dan mendekorasi sekolah bukanlah tugas wali murid tapi tugas dinas pendidikan dan dinas pariwisata.

Diceritakanya, kepala sekolah tidak ada berdiskusi dengan komite sekolah mengenai hal ini. "Dibelakang kebijakan komite, kepala sekolah melakukan rapat dengan wali kelas. Kemudian wali kelas mengundang wali murid, dan saat itu langsung mmbuat keputusan sepihak. Hingga akhirnya wali murid mengeluh datang ke saya. Ketika ditanya sama wali murid untuk apa, kepala sekolah tidak pernah menjelaskan ia hanya menyuruh bahwa ini untuk kepentingan anak ibuk kepada wali murid," jelas Abdul. ***