PANGKALANKERINCI - Kabupaten Pelalawan, daerah otonom yang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Kampar ini, saat ini telah tumbuh menjadi sebagai kawasan ekonomi baru di Provinsi Riau, Sumatera.
Kabupaten Pelalawan resmi berdiri pada tahun 1999 berdasarkan Undang-undang Nomor 53 Tentang Pembentukan 8 Kabupaten atau Kota di Propinsi Riau yang diresmikan Menteri Dalam Negeri tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta dan Operasional Pemerintah Daerah tangal 5 Desember 1999.
Sedangkan nama Pelalawan, diambil dari sebuah nama kerajaan Pelalawan yang dulunya berpusat di pinggiran aliran Sungai Kampar.
Perkembangannya, Kabupaten Pelalawan memiliki catatan perjalaan yang gemilang. Hal ini terbukti secara administrative kabupaten yang awalnya hanya memiliki 4 kecamatan, sekarang telah berkembang menjadi 12 kecamatan yang meliputi 93 pemerintahan Desa dan 12 pemerintahan Kelurahan.
Seiring kemajuan dan perkembangan kabupaten pemekaran ini, tidak terlepas dari faktor kehadiran sebuah perusahaan besar seperti PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Perusahaan ini berdiri di Pangkalan Kerinci sejak tahun 1993 dan memiliki konsesi lahan HTI seluas lebih dari 350.000 hektare serta kapasitas produksi yang mencapai angka dua juta ton pertahun.
Dalam perkembangannya, meskipun perusahaan ini menghadapi berbagai macam persoalan dan rintangan dalam menjalankan operasinya, RAPP tetap terus tumbuh dan berkembang sebagai salah satu perusahaan Pulp terbesar di dunia.
Dari data yang dihimpun GoRiau.com, kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar dilakukan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pendidikan atau beasiswa bagi siswa dan guru, pertanian terpadu bagi masyarakat desa di Riau.

Kemudian pelatihan keterampilan seperti usaha bengkel, mitrabina, kerajinan dan batik. Ada juga program keagamaan seperti pelatihan ustadz dan sebagainya, juga program kesukarelawanan karyawan serta pembangunan infrastruktur, seperti jalan, gedung dan listrik baik melalui PLN atau BUMD maupun langsung.
Sejumlah program tersebut, harus bersinergi dengan program pemerintah terutama dalam menanggulangi kemiskinan dan membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Hadirnya perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Pelalawan, khususnya dengan adanya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), geliat pertumbuhan ekonomi di daerah ini sangat meningkat pesat.
Meski saat ini, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi hanya 5,2 persen atau menurun dibanding tahun lalu, namun secara makro perkembangan ekonomi di daerah ini membaik.
Hal ini disampaikan oleh Kabag Ekonomi Setda Pelalawan, Syafrizal SE, baru-baru ini. Menurutnya, ini terjadi karena adanya perusahaan-perusahaan besar khususnya PT RAPP yang memberikan kontribusi perekonomian yang signifikan untuk daerah ini.
"Sejauh ini penambahan investasi terus tumbuh. Meski produksi sawit dan karet tengah anjlok di pasar global yang mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang, namun secara makro ekonomi makin membaik," ulasnya.
Untuk PT RAPP sendiri, jelas memberikan dampak perekonomian yang positif bagi daerah ini. Dengan daya serap tenaga kerja yang dihasilkan membuat perputaran ekonomi di daerah ini menunjukkan peningkatan.
"Memang di Komplek PT RAPP sendiri ada hotel dan fasilitas-fasilitas lain yang mampu memanjakan para karyawannya, tapi kan tidak semua karyawan tinggal di dalam kompleks. Banyak juga dari mereka yang tinggal di luar kompleks, dan belanja ini-itu yang membuat ekonomi di daerah ini berkembang," katanya.
Ditambah lagi dengan banyaknya perusahaan di daerah ini, lanjutnya, secara otomatis akan mengurangi pengangguran. Jika pengangguran berkurang maka dampaknya pada daya beli masyarakat semakin menanjak tiap harinya.
"Tapi yang jelas, adanya perusahaan RAPP dan perusahaan-perusahaan lain membuat roda ekonomi di daerah ini terus tumbuh, dan itu yang membuat geliat perkonomian di daerah ini terus berkembang," tukasnya.
Kontribusi Perusahaan Terhadap Pembangunan Daerah
Kabupaten Pelalawan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang saat ini gencar melakukan terobosan pembangunan di berbagai bidang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah menetapkan 7 program strategis. Adalah Pelalawan Makmur, Pelalawan Lancar, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Pelalawan Sehat, Pelalawan Eksotis dan Pelalawan Inovatif. Mendukung jalanya 7 program strategis itu, jelas membutuhkan pendanaan yang sangat besar.
Pendanaan tersebut selain bersumber dari APBD II, APBD I maupun APBN, sumber pendanaan lainnya juga diharapkan dari pendanaan disektor swasta, baik perusahaan yang berskala nasional maupun perusahaan asing yang melakukan kegiatan usahanya di Kabupaten Pelalawan.
''Pemerataan kesejahteraan sosial dan ekonomi menjadi agenda penting dalam pembangunan negeri ini kedepan," kata Asisten I Administrasi Bidang Pemerintahan Setdakab Pelalawan, Zulhelmi, baru-baru ini.
Menurutnya, program Corporate Social Responbility (CSR) dalam pembangunan saat ini telah menjadi praradigma baru. Perusahaan yang menjalankan usahanya semata-mata tidak hanya mencari keuntungan saja, namun juga mengupayaan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang bermukim di sekitar operasional perusahaan.
Zulhelmi mengatakan, program CSR memliki fungsi yang sangat penting dalam pengembangan lingkungan sosial perusahaan, sehingga perkembangan masyarakat akan seiring dengan majunya perusahaan.
"Agar tercipta hubungan harmonis antara masyarakat dan perusahaan diperlukan kerjasama, dimana masyarakat dapat menerima manfaat dari kehadiran perusahaan di daerahnya untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam," jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi menyampaikan, bahwa tanggung jawab sosial perusahaan yang disebut dengan CSR kini telah menjadi perhatian khusus.
Menurutnya, pada pelaksanaan program CSR selama ini lebih banyak dilakukan secara sukarela dan kedermawanan, sehingga jangkauannya relatif terbatas. Kebanyakan perusahaan beranggapan bahwa program CSR dapat membantu mereka mengelola risiko aset-aset yang kasat mata, proses-proses internal dan hubungan stakholder internal maupun eksternal.
''Sudah seharusnya terjadi perubahan paradigma perusahaan agar tidak hanya mengedepankan kepentingan memperoleh laba semata-mata, namun juga keberadaan kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan seiring mendukung adanya good governance,'' urainya.
Syahrul menambahkan, komitmen yang baik itu tentu saja akan memberikan dampak positif bagi terjadi percepatan pembangunan di Kabupaten Pelalawan dengan sumber pembiayaan pembangunan yang relatif terbatas.
''Tentu, kita mengajak semua pihak bergandeng tangan ikut menyukseskan pembangunan di Kabupaten Pelalawan,'' pungkasnya.
Seiring kematangannya sebagai perusahaan besar, RAPP telah menerapkan program CSR yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat. CSR juga mensinkronkan kegiatan Pemerintah Daerah dengan perusahaan.
Bahkan Bupati Pelalawan, HM Harris pernah menegaskan, dengan keterbatasan APBD, Pemerintah Daerah tidak mungkin membangun daerah yang begitu besar dan luas tanpa melibatkan pihak swasta, dalam hal ini perusahaan. ***


