BAGANSIAPIAPI - Seorang warga Simpang Menggala Johnson Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Sumardiono (37) menjadi korban sengatan listrik yang berada di belakang rumahnya. Penyebabnya, egrek yang digunakan untuk menodos buah sawit, mengenai jaringan listrik milik PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI).

''Pada saat kejadian, kebetulan korban sedang memanen sawit dibelakang rumah dengan menggunakan alat egrek sepanjang 15 meter. Tidak disangka, rupanya disana terdapat jaringan listrik,'' kata Kapolres Rokan Hilir, AKBP Posma Lubis, SIk melalui Paur Humas Polres Rohil, Aiptu Yusran Pangeran Cherry kepada GoRiau.com, Senin (8/8/2016).

Berdasarkan informasi yang disampaikan Polres Rohil, pada hari Minggu (7/8/2016) sekira pukul 09.30 Wib pagi, Sumardiono seperti biasa menodos dilahan sawit miliknya. Ketika sedang bekerja, dia tidak menduga ada jaringan kabel listrik yang melintasi dirimbunan pelepah pohon sawit. Akibatnya, egrek yang dipakai korban mengenai kabel sehingga spontan arus listrik menyengat tubuhnya.

Kebetulan pada saat kejadian, tak seorangpun berada disana. Dan beberapa menit kemudian, warga bernama Egi Maifendri dan Riduan, melihat korban sudah meregang nyawa tergelatak ditanah dirimbunan pohon sawit. Warga gempar dan pada saat itu juga ibu korban, Titin Sumantri mengejar ke lokasi dan berteriak histeris melihat anaknya sudah tidak bernyawa.

''Dari hasil penyelidikan sementara penyebab korban meninggal dunia akibat sengatan arus listrik milik PT. Chevron. Jenazah korban sudah kita bawa ke rumah sakit untuk divisum dan dikebumikan di Binjai, Sumut,'' ujar Cherry. (amr)