JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) berpacu dengan waktu untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025. Program prioritas nasional ini disebut menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat di seluruh Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan lembaganya terus mempercepat perluasan jangkauan layanan dengan menambah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru setiap hari. “Kita usahakan, karena kita bisa menghasilkan sekitar 200 SPPG baru setiap hari. Potensinya bisa melayani 600 ribu penerima manfaat setiap hari,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Upaya tersebut menjadi strategi utama untuk mengejar target besar di sisa dua bulan terakhir tahun ini. Hingga kini, tercatat sudah ada 13.514 SPPG aktif yang tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan. Jaringan tersebut telah melayani sekitar 39,5 juta penerima manfaat dan diperkirakan meningkat menjadi 40 juta orang pada akhir November.

Dadan menyebut, meski target 82,9 juta penerima masih jauh, capaian sejauh ini tetap mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto. “Pak Presiden akan tetap mengapresiasi capaian yang signifikan ini, meskipun kalau misalnya tercapai 75 juta saja, itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Dalam laporannya, Dadan juga menyampaikan bahwa penyerapan anggaran program MBG telah mencapai Rp35,6 triliun atau sekitar 50,1 persen dari total anggaran tahun berjalan. Anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat logistik, membangun infrastruktur layanan gizi, serta mendukung operasional SPPG di seluruh Indonesia.

Program MBG dirancang bukan hanya untuk menekan angka kekurangan gizi, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan lokal. Melalui kolaborasi dengan petani, UMKM, dan penyedia bahan pangan di daerah, program ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus menumbuhkan kemandirian pangan di tingkat desa.

“Tujuan utama MBG bukan sekadar memberi makan bergizi, tapi membangun rantai ekonomi lokal yang sehat. Dari petani hingga anak sekolah, semua terlibat dan mendapatkan manfaat,” ujar Dadan.

Pemerintah optimistis dengan strategi percepatan ini, target 82,9 juta penerima manfaat pada 2025 bisa dicapai. Dengan terus bertambahnya titik layanan baru setiap hari, BGN yakin program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi tonggak penting perbaikan gizi nasional sekaligus memperkuat pondasi ketahanan pangan di era pemerintahan Prabowo. ***