PEKANBARU, GORIAU.COM - Jika tidak ada aral melintang, kekerabatan Resam Keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura akan menyelenggarakan haul Sultan atau wafat Sultan dan memperingati Sultan Syarif Kasim II sebagai Pahlawan Nasional di Mesjid Sultan Syarif Hasyim, Islamic Centre Siak Sri Indrapura, Sabtu (10/11/2012).
Demikian disampaikan Pengetua Kekerabatan Resam Keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura H Tengku Muchtar Anum, kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (8/11/2012).
Dikatakannya, haul bertujuan mengenang jasa-jasa dan hasil perjuangan almarhum yang merupakan salah seorang pahlawan nasional dari Riau. Menurutnya, kegigihan dan keikhlasan Sultan Syarif Kasim II dalam berjuang dan kemudian menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu menjadi contoh bagi generasi sekarang, terutama generasi muda.
''Semoga apa yang telah dibangun oleh Sultan untuk Islam dan Melayu bisa kita teruskan dengan memberikan yang terbaik untuk Siak, Riau, dan Indonesia,'' kata Tengku Muchtar.
Menurut Tengku Muchtar yang juga Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Provinsi Riau ini, peringatan haul akan digelar mulai pagi pukul 09.30 WIB dan diperkirakan berakhir pada pukul 12.00 WIB. Namun sebelum acara dimulai, sambil menunggu kedatangan para undangan, juga akan disajikan musik hadra dari Jambi. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan maulid Simtudduror oleh para Habib rombongan dari Jambi, Palembang, Jakarta, dan lain-lain. Kegiatan ini juga akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al Quran, pembacaanya manaqib (riwayat hidup) Sultan sejak kecil hingga wafat.
Tengku Muchtar mengatakan sepatah kata dari tokoh masyarakat akan diberikan oleh tokoh Riau yang juga mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada era Presiden BJ Habibie H Syarwan Hamid. Insya Allah, tausiyah nantinya akan diberikan oleh mantan Menag RI Prof Dr H Habib Said Agil Husin Almunawar.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kekerabatan Resam Keluarga Kerajaan Siak Sri Indrapura Tengku Mohammad Toha mengatakan, Kabupaten Siak selain punya Sultan Syarif Kasim II yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional, juga memiliki tokoh lainnya diperhitungkan untuk menjadi pahlawan nasional. Tokoh itu adalah Sultan ke-2 Kerajaan Siak yaitu Sultan Abdul Jalil Muzafar Syah atau Tengku Buang Asmara (1746 â 1765). ''Tercatat dalam sejarah, beliau melakukan perlawanan gagah berani terhadap Belanda yang terkenal dengan Perang Guntung. Sultan mangkat ditahun 1765 dan dimakamkan Mempura,'' ujarnya. (rdi)


