SURABAYA - Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus penjemputan paksa jenazah pasien Covid-19 di RS Paru Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dikutip dari Kompas.com, salah satu istri dari tersangka yang tengah hamil, dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Rupanya sang istri ikut memandikan jenazah pasien Covid-19 tersebut.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu adalah MA dan tiga saudaranya yang berinisial MI (28), MK (23), dan MB (22). Mereka menjemput paksa jenazah ibunya yang dinyatakan positif Covid-19 dari rumah sakit.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penetapan tersangka sudah sesuai peraturan.

'' Jadi kasusnya tetap berjalan. Untuk para tersangka dijerat undang-undang tentang wabah penyakit dengan ancaman tujuh tahun penjara karena perbuatannya mengambil paksa jenazah Covid-19,'' jelas Ganis dikutip dari Surya.co.id, Kamis (25/6/2020).

Ganis tidak ingin peristiwa serupa terjadi kembali.

''Jangan ada lagi kasus serupa karena merugikan bagi diri sendiri dan orang lain yang terpapar. Karena ini menyangkut kesehatan dan hidup orang banyak,'' kata Ganis.

Keempat tersangka telah menjalani rapid test dan hasilnya reaktif. Mereka juga telah dites swab, namun hasilnya belum keluar.

''Kami masih menunggu hasil tes swabnya, apakah positif atau negatif Covid-19. Sedangkan untuk rapid, para tersangka ini sudah reaktif,'' kata Ganis.

Sambil menunggu hasil swab, keempat tersangka dikarantina di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Istri Tersangka Positif Covid-19

Sementara istri tersangka MA yang beriisial SY, dinyatakan positif Covid-19. Dia turut memandikan jenazah mertuanya yang dijemput paksa oleh tersangka.

Proses pemulasaraan jenazah secara mandiri itu tidak dilakukan menggunakan protokol kesehatan.

''Iya benar, istri salah satu tersangka yang diketahui berinisial SY terkonfirmasi positif Covid-19,'' kata Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus.

SY kini telah melahirkan, namun belum diketahui bayinya tertular Covid-19 atau tidak.

''Barusan melahirkan, untuk bayinya apakah positif Covid-19, kami belum tahu,'' kata dia.***