PADANG - Semangat mengisi kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan seremoni. Komunitas Berbagi Sehat Berbagi Berkah (KBSBB) yang berpusat di Pekanbaru, Riau, memilih merayakan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut digelar di Desa Simoilaklak Saibi, Sumatera Barat, Jumat (21/8/2026). Tim KBSBB memberikan pelayanan kesehatan secara bertahap, mulai dari warga mualaf pada pukul 08.30 hingga 12.00 WIB, kemudian dilanjutkan bagi masyarakat non-Muslim pada pukul 13.30 hingga 15.30 WIB.
Kehadiran tim kesehatan KBSBB mendapat sambutan positif. Warga berdatangan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai berbagai keluhan yang mereka alami.
Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, keluhan kesehatan yang banyak ditemukan antara lain hipertensi, nyeri sendi, dan gangguan kulit berupa gatal-gatal. Warga kemudian mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan sesuai kondisi masing-masing.
Ketua KBSBB sekaligus Ketua Tim Kegiatan, Ns Roni Saputra, SKep, MKes mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.
Menurut Roni, kemerdekaan tidak semestinya hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Dulu para pejuang berjuang dengan tenaga dan pengorbanannya untuk kemerdekaan. Hari ini, perjuangan kita adalah bagaimana mengisi kemerdekaan dengan memberikan manfaat. Kami mungkin tidak mengangkat senjata seperti para pahlawan dahulu, tetapi kami bisa berjuang melalui ilmu, tenaga, waktu dan kepedulian untuk membantu masyarakat," jelas Roni.
Menempuh Perjalanan Panjang dari Pekanbaru
Ia menegaskan, semangat pengabdian tersebut menjadi alasan KBSBB menempuh perjalanan panjang dari Pekanbaru menuju Simoilaklak Saibi.
Tim KBSBB berangkat dari Pekanbaru, 17 Agustus 2026 dengan menempuh perjalanan darat dan laut. Jarak dan medan perjalanan tidak menyurutkan langkah mereka untuk menjangkau masyarakat yang berada jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
"Sebagai generasi penerus, salah satu bentuk rasa syukur kita adalah mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami memilih untuk hadir, berbagi kesehatan dan berbagi keberkahan bersama masyarakat di Simoilaklak Saibi," paparnya.
Simbol Persaudaraan Tanpa Sekat
Pelayanan kesehatan yang diberikan KBSBB juga menjadi simbol persaudaraan tanpa sekat perbedaan agama maupun kelompok masyarakat.
"Kami memberikan pelayanan kepada para mualaf pagi hari dan kepada masyarakat non-Muslim siang hari. Ini adalah bentuk bahwa semangat kemerdekaan mengajarkan kita tentang persaudaraan dan kebersamaan. Indonesia adalah rumah kita bersama. Dalam berbagi kesehatan dan keberkahan, tidak boleh ada sekat perbedaan," tandasnya.
Mendorong Pola Hidup Sehat
Selain memberikan pengobatan, KBSBB mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Warga diingatkan agar menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan.
"Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dirasakan. KBSBB akan terus berupaya hadir melalui kegiatan-kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," harapnya.
Bagi KBSBB, perjalanan menuju Simoilaklak Saibi bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan dapat diteruskan melalui cara yang berbeda.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata dan pengorbanan untuk merebut kemerdekaan, kini generasi penerus dapat mengisinya dengan ilmu, tenaga, waktu, dan kepedulian.
"Kami ingin menjadikan momentum kemerdekaan ini sebagai pengingat bahwa rasa syukur tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya. ***


