PEKANBARU - Masyarakat Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dikejutkan dengan fenomena alam berupa hujan es yang terjadi, Senin (23/9/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki menjelaskan, fenomena hujan es biasanya terjadi saat masa transisi atau pancaroba musim. Baik dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya.

"Di Indonesia, fenomena hujan es ini sudah kerap terjadi. Fenonema hujan es (hail) terjadi akibat presipitasi (turunnya hujan) yang terdiri dari bola-bola es dengan diameter antara 5 milimeter sampai 50 milimeter atau bahkan lebih," kata Marjuki kepada GoRiau.com.

Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level), diungkapkan Marjuki.

"Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat Celcius, sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es," ujarnya

Pada masa pancaroba dikatakannya, biasanya akan terjadi pembentukan awan secara konvektif dimana massa udara basah terangkat ke atas dan membentuk awan yang puncaknya melebihi freezing level dan terjadilah proses pengintian es.

"Hujan es dapat turun dalam berbagai macam ukuran dan dapat juga disertai dengan angin kencang," ungkap Marjuki.

Fenomena alam di desa tersebut, baru pertama kali ini terjadi diungkap salah seorang warga bernama H Buyung kepada GoRiau.com. Hujan bercampur es itu sekitar satu jam turun dan membuat warga keluar rumah karena penasaran.

"Saat hujan es sangat jelas terdengar menghantam atap rumah warga yang berbahan seng. Kami juga bingung, hujan es turun," ujar Buyung. ***