JAKARTA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli 2026 dengan prosedur pengamanan yang tidak biasa. Keberangkatan tersebut dirahasiakan oleh otoritas keamanan setempat menyusul adanya laporan intelijen terkait potensi ancaman dari Iran.

Berbeda dengan rute standar pejabat negara, Netanyahu tidak menggunakan Bandara Internasional Ben Gurion. Pesawat kepresidenan "Wing of Zion" lepas landas dari Pangkalan Udara Nevatim di kawasan Negev tanpa ada pengumuman jadwal kepada publik maupun peliputan dari pihak wartawan.

Terdeteksi di Radar Sipil

Langkah pengetatan ini sejalan dengan rekomendasi badan keamanan domestik Israel, Shin Bet. Berdasarkan siaran Channel 12, otoritas keamanan menerima laporan terkait peningkatan upaya intelijen Iran yang menargetkan pejabat senior pemerintah. Kendati demikian, pemerintah Israel belum merinci bentuk spesifik dari ancaman tersebut.

Meski lepas landas dari pangkalan militer secara tertutup, posisi pesawat dengan nomor registrasi 4X-ISR itu tetap terpantau publik setelah mengudara melintasi Laut Mediterania. Berdasarkan data dari platform pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat lepas landas pukul 12.57 waktu setempat dan tercatat sebagai salah satu rute yang paling banyak dipantau oleh pengguna internet hari itu.

Agenda Pertemuan di Gedung Putih

Setibanya di Washington, Netanyahu langsung mengadakan pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump di Gedung Putih. Kedua pemimpin negara tersebut membahas sejumlah isu pemerintahan, termasuk kelanjutan hubungan bilateral, dinamika keamanan Timur Tengah, serta perang di Gaza.

Trump mengonfirmasi komitmen pemerintahannya dalam mendukung pertahanan negara sekutunya tersebut. Di sisi lain, Netanyahu menyampaikan kebutuhan untuk memperkuat kerja sama dalam mengantisipasi ancaman keamanan. Selain agenda utama di Gedung Putih, delegasi Israel juga meluangkan waktu untuk menghadiri acara penghormatan bagi mendiang Senator AS Lindsey Graham yang selama ini dikenal berpihak pada Israel di Kongres.

Bayang-Bayang Mahkamah Internasional

Selain soal pengamanan, rute penerbangan Netanyahu memicu diskusi hukum tata negara. Pesawat tersebut terbang di atas wilayah udara Yunani, Italia, dan Prancis, yang tercatat sebagai negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Sebelumnya, ICC telah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu pada November 2024 atas dugaan pelanggaran hukum kemanusiaan di Gaza yang telah menelan korban jiwa lebih dari 73.350 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Tidak ada pencegatan yang dilakukan oleh negara-negara tersebut selama pesawat melintas. Juru bicara Komisi Eropa, Anwar Al-Announi merespons situasi ini secara normatif tanpa menyebut tindakan spesifik.

"Kami, sebagai Uni Eropa, mendukung Mahkamah Pidana Internasional dan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Statuta Roma," jelasnya.

Sementara itu, Trump memberikan pernyataan perlindungan sebelum tamunya tiba di Washington. "Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tulisnya lewat unggahan media sosial, Senin (20/7/2026). ***