JAKARTA-- Penelitian yang dilakukan para ahli di University of Southern California, Amerika Serikat, mengungkapkan, bahwa vaksin Covid-19 tak hanya mencegah penularan virus corona, tapi juga baik untuk kesehatan mental.

Dikutip dari Sindonews.com yang melansir The Indian Express, Selasa (14/9/2021), penelitian yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal PLOS ini meneliti perubahan tekanan mental setelah dosis vaksin pertama.

Para peneliti menganalisis hasil dari 8.003 orang dewasa, yang disurvei secara berkala antara 1 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.

Studi ini menemukan bahwa orang yang divaksinasi antara Desember 2020 dan Maret 2021 melaporkan penurunan masalah mental dalam survei yang dilakukan setelah menerima dosis pertama.

''Hasil di sini harus ditafsirkan sebagai efek langsung jangka pendek dari mendapatkan dosis vaksin pertama. Kontribusi keseluruhan dari pengambilan vaksin pada peningkatan hasil kesehatan mental berpotensi jauh lebih besar, karena tidak hanya mempengaruhi mereka yang divaksinasi tetapi juga yang tidak divaksinasi,'' tulis studi tersebut.

Efek yang ditemukan dapat muncul dari salah satu atau kombinasi mekanisme. Di mana mereka yang baru saja divaksinasi menjadi kurang khawatir terinfeksi virus corona, lebih aktif secara sosial, atau mencoba peluang kerja yang berbeda.

Dr HK Mahajan, ahli anestesi, Indian Spinal Injuries Centre, Vasant Kunj, mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah mempengaruhi beberapa aspek kehidupan masyarakat, termasuk pekerjaan, keuangan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Semua faktor ini telah berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental tidak hanya pada pasien yang menderita Covid-19 , tetapi juga pada orang-orang terdekat dan tersayang, dan masyarakat pada umumnya. Aspek mental dari penyakit ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada tekanan psikologis, kecemasan, depresi, keterasingan sosial, dan pikiran untuk bunuh diri.

''Peluncuran vaksinasi massal telah berkontribusi besar dengan meningkatkan kekebalan kelompok, meningkatkan kesadaran, dan mengurangi kecemasan di antara massa,'' ungkap Dr KH Mahajan.

''Dengan meningkatnya kesadaran bahwa populasi yang divaksinasi kebal dari infeksi Covid yang parah, orang-orang secara bertahap kembali ke gaya hidup pra-Covid mereka. Ini membantu meredakan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan sikap acuh tak acuh,'' tambah Dr KH Mahajan.***