PEKANBARU - Tiga ekor Harimau Sumatera berkeliaran di dekat area PT Kimia Tirta Utama (KTU), Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, tepatnya di dekat pemukiman karyawan Afdeling Eko.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, sudah mengerahkan tim untuk memantau pergerakan Harimau, agar tidak membahayakan masyarakat.

Kemunculan raja hutan dan dua ekor anaknya itu, diketahui saat warga di Afdeling Eko menemukan jejak, dan melihat si belang, pada hari Selasa (01/12/2020).

Sontak, hal itu membuat warga yang tinggal di Afdeling Eko, menjadi resah dan takut untuk melakukan pekerjaan, di kebun sawit PT KTU.

"Jadi takut aku kerja, di dekat situ blok 1 Astra," ujar Eko Hadi Wibowo, kepada GoRiau.com, Rabu (2/12/2020) malam.

Terpisah, Kabid Wil II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro, saat dikonfirmasi terkait kemunculan si belang di kawasan PT KTU mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau pergerakan Harimau, agar tidak mendekati pemukiman warga, dan membahayakan masyarakat.

"Menindaklanjuti laporan Humas PT KTU tentang kemunculan satwa liar Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), tim sudah turun untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan PT. KTU. Setelah itu tim langsung turun melakukan peninjauan ke lokasi di Afdeling Eko PT. KTU," ujar Heru.

Di lokasi tersebut, tim memang menjumpai jejak satwa Harimai Sumatera berukuran dewasa berjumlah 1 ekor. Di hari ke-2, masih di lokasi Afdeling, tim menjumpai jejak kembali dan melakukan pengukuran jejak satwa Harimau Sumatra, dengan ukuran tapak kaki sekitar 16 cm, dan Jarak langkah kurang lebih 78 cm.

"Dugaan sementara jejak yang ditemukan masih satu satwa yang sama. Tim meneruskan melakukan penelusuran di lokasi penemuan jejak Satwa Harimau Sumatra. Saat ini tim telah melakukan pemasangan kamera trap di lokasi tersebut," tutup Heru. ***