BAGANSIAPIAPI - Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair Polres Rohil serta dibantu nelayan setempat berhasil menemukan satu dari empat nelayan korban kapal tenggelam di perairan Pulau Halang Kecamatan Kubu Babussalam, Sabtu (27/10/2018) pagi. Mereka sebelumnya dikabarkan hilang setelah mengantar kerang dari Bagansiapiapi ke Penipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Kepala Polisi Perairan Polres Rohil, Iptu Sapto Hartoyo menyebutkan, jenazah yang diketahui bernama Budi (37) ditemukan pada pukul 06.00 Wib pagi tadi oleh nelayan setempat di areal pulau Tuan Syeik berdekatan dengan Pulau Pedamaran. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tewas mengapung di laut.

"Kalau jenazah yang ditemukan ini namanya Budi, tapi yang menyusul satu jenazah lagi belum kita pastikan sampainya," kata Sapto kepada GoRiau.com, Sabtu (27/10/2018) di Pelabuhan Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Menurut Sapto, petugas masih intensif mencari tiga orang korban lainnya dengan menurunkan tim dari Basarnas dan Polair serta dibantu dengan puluhan kapal nelayan yang ikut bersimpati atas peristiwa itu.

"Untuk korban yang satu lagi sudah dilakukan upaya penjemputan dan saat ini total korban sudah kita temukan sebanyak dua orang,’’ katanya.

Dari pantauan, masyarakat dan keluarga korban berbondong bondong memadati pinggiran pelabuhan penumpang Bagansiapiapi untuk menyaksikan langsung jenazah korban yang ditemukan oleh tim gabungan dan nelayan.

Sebelum dievakuasi kedalam Ambulan, jenazah ditutup menggunakan terpal milik nelayan. Aroma busuk dari jenazah yang baru ditemukan setelah tiga hari sejak hari Rabu kemarin,  mengeluarkan bau menyengat dan beberapa warga ada yang tidak sanggup dan menutup hidung.

Sebelumnya, empat orang nelayan Bagansiapiapi, dinyatakan hilang setelah melanggar tiang bubu diperairan pulau Halang, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Keempat nelayan itu bernama Budi (36),  beralamat di jalan pasir Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Mama (27) warga jalan Pasir Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir,  Dayat (25) warga Simpang Tiga Kecamatan Bangko dan terakhir Nakhoda kapal, Ibrahim.

Menurut keterangan Kasat Polair Polres Rohil, Iptu Sapto Hadi mengatakan, kecelakaan laut dikarenakan kapal yang mereka awaki melanggar tiang bubu menyebabkan kapal tanpa nama yang membawa 80 goni kerang hasil tangkapan mereka menjadi bocor. ***