SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pertambahan penduduk, peningkatan penÂdapatan, dan reputasi makanan laut yang baik bagi kesehatan diperkirakan akan meningkatkan permintaan ikan di pasaran. Dengan stagnannya hasil perikanan tangkap nelayan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai beralih dari pola perikanan tangkap menjadi perikanan budi daya.
Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti, Eldy Syahputra, ditemui di ruangannya, Jumat (23/5/2014) menjelaskan tahun 2014 ini pihaknya memprioritaskan pengembangan budi daya perikanan mengingat hasil perikanan tangkap oleh nelayan terus berkurang setiap tahunnya.
"Oleh karena itu kita berpendapat bahwa hampir semua makanan laut yang baru harus dihasilkan melalui perikanan budi daya. Terutama ikan, baik ikan laut maupun ikan air tawar," jelasnya.
Lebih jauh Eldy menerangkan, pengembangan perikanban budi daya telah dimulai dari tahun 2011 lalu. Berbagai upaya dalam bentuk prorgres kegiatan telah pun dilakukan untuk pengembangan kelopok pembudi daya ini.
"Mulai dari bantuan penyiapan sarana dan prasarana budi daya, seperti Kerambah Jaring Apung (KJA), pondok jaga, bibit, pakan, hingga obat-obatan," kata Eldy.
Berdasarkan data seksi budi daya DKP, pihjaknya telah menyalurkan bantuan berupa KJA berbahan HDPE (high density poly etilen) dengan bahan plastik nomor 1 dalam mampu bertahan hingga 15 tahun sebanayak 69 unit.
"1 unit KJA tediri dari 4 kantung dengan ukuran 3x3 Meter dan dalam 2 meter. Satu kantung normalnya dapat diisi sekitar 300 ekor ikan hingga dewasa," sebut Sekretaris DKP Meranti itu.
Selain itu pihaknya juga telah menyalurkan bantuan bibit ikan kepada kelompok pembudi daya di Kepulauan Meranti. Untuk bibit ikan laut sebanyak 180 Ribu ekor, dengan rincian 150 Ribu ekor ikan kakap putih dan 30 Ribu bibit ikan bawal bintang. Kemudian untuk bibit ikan air tawar sebanyak 640 Ribu ekor, yakni 500 Ribu ekor bibit ikan lele, 100 Ribu ikan nila dan 40 Ribu bibit ikan gurami.
"Meskipun hasil produksi kita belum maksimal. Tapi kita tetap optimis dan yakin pola budi daya ini akan mampu meningkatkan produksi ikan kita dalam memenuhi kebtuhan pasar terhadap ikan segar," tutur Eldy yang pernah bertugas di Natuna Kepri itu.***

