PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengelolaan Blok Siak sepertinya tidak akan bisa diambil sepenuhnya oleh Pemprov Riau, namun tetap melibatkan PT Pertamina. Hal ini mencuat setelah pertemuan antara Pemprov Riau bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) beberapa waktu lalu di Jakarta.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau, Said Mukri, mengatakan, pihaknya tengah menyusun konsep kerja sama dalam pengelolaan ladang minyak tersebut bersama PT Riau Petrolium sebagai BUMD yang dipercaya.

"Sedangkan untuk wujud kerja samanya, opsi yang disiapkan antara lain, Pertamina dan PT Riau Petroleum sama-sama dilibatkan dalam pengelolaan. Begitu juga untuk administrasi dan poin-poin strategis lainnya," kata Said.

Ketika ditanya mengenai konsep kerja sama yang dipersiapkan, Said menyebutkan, pihaknya menerapkan beberapa opsi, salah satunya melalui pengelolaan bersama atau sistem bagi hasil.

"Pertamina juga hadir pada rapat di Kementerian ESDM itu. Memang pada saat itu ada ketentuan untuk bekerja sama dengan daerah dalam pengelolaan ladang minyak di daerah," kata Said.

Sementara tahapan itu baru dilaksanakan pasca berakhirnya pengelolaan Blok Siak oleh Pertamina pada Mei mendatang. Selanjutnya PT Riau Petroleum sebagai BUMD yang diusung juga mempersiapkan perencanaannya.

"Kita sudah melakasanakan rapat awal dengan Kementerian ESDM. Saat ini, pengelolaan memang dilaksanakan oleh Pertamina, nantinya akan dibuat kajian untuk tindaklanjutnya,"sebut Said.***