PEKANBARU - Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru Robin PH mengaku salut dan menyampaikan rasa hormatnya kepada Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 195 Kota Pekanbaru, Yoyon Siswanto, SPd, yang telah membuktikan kepeduliannya yang luar biasa terhadap para siswanya.

"Saya sampaikan ucapan selamat kepada Kepala SDN 195 Pekanbaru karena mampu mengusahakan beasiswa kepada 90 persen siswanya. Saya salut dan hormat atas apa yang telah dilakukan Pak Yoyon bersama operator sekolah dan para gurunya," ujar Ketua Komisi V DPRD Riau itu, kepada Goriau.com, di Pekanbaru, Sabtu (27/7/2024).

Seperti diketahui, 90 persen siswa SDN yang berada di Jalan Badak ujung, Kelurahan Bencah Lesung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru itu menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) karena pihak sekolah bersungguh-sungguh mengusahakan semua siswanya dari keluarga kurang mampu bisa mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orang tuanya.

GoRiau Kepala SDN 195 Pekanbaru Yoyon
Kepala SDN 195 Pekanbaru Yoyon Siswanto (kiri) bersama operator sekolah Nursadi. (ist)
Robin mengharapkan, niat baik dan kerja baik yang telah ditunjukkan Yoyon Siswanto bersama operator sekolah Nursadi dan para gurunya bisa menginspirasi kepala sekolah, operator dan guru sekolah lainnya, terutama sekolah di Pekanbaru.

Selain itu, juga diharapkan menjadi cambuk bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk bekerja lebih baik lagi demi kemajuan dunia pendidikan di Kota Pekanbaru.

"Selain menginspirasi kepala sekolah lainnya untuk meniru langkah Kepala SDN 195 ini, juga diharapkan menjadi cambuk bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk bekerja lebih baik lagi untuk kemajuan dunia pendidikan," harap Robin.

Menurut Robin, Kepala SDN 195 tersebut patut mendapatkan penghargaan dari Pemerinta Kota Pekanbaru.

"Menurut saya, Kepseknya patut mendapatkan penghargaan dari Pemko Pekanbaru," ucap politisi PDIP itu.

Tanggapan senada disampaikan anggota DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru lainnya, Ade Hartati. Ade juga menyampaikan rasa salut dan hormatnya terhadap Kepala SDN 195 Yoyon Siswanto dan para guru SDN tersebut.

Menurut Ade, apa yang dilakukan Kepala SDN 195 itu sangat sejalan dengan tujuan berbangsa dan bernegara, khususnya di dunia pendidikan.

"Salutlah buat Kepsek dan para guru SDN 195. Pemko harus memberikan reward kepada Kepsek dan para guru karena sudah memberikan upaya terbaik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di dunia pendidikan," ujar Ade.

Ade berharap sekolah lainnya dapat meniru langkah Kepsek SDN 195 tersebut, namun tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat,.

"Tidak hanya SD, SMP dan SMA saya harap dapat meniru langkah Kepsek SDN 195, namun tentunya tetap berkoordinasi dengan Pemda setempat, sesuai dengan aturan yang ada," tutup politisi PAN ini.

90 Persen Dapat Beasiswa

Sebelumnya diberitakan, 90 persen siswa SDN 195 Pekanbaru mendapatkan beasiswa. Pasalnya, hampir semua siswanya berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah sehingga membuat kepala sekolah dan guru-guru di SDN 195 Pekanbaru merasa terpanggil untuk membantu para siswanya.

Kepala SDN 195 Pekanbaru, Yoyon Siswanto, SPd mengatakan, hal ini dilakukannya karena merasa terpanggil untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan dengan layak.

“Hampir semua anak-anak yang bersekolah di sini merupakan anak etnis Nias, yang orang tuanya tidak bisa baca-tulis. Bahkan ada yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Jadi kami berusaha sebisa mungkin untuk memutus rantai ini,” katanya kepada GoRiau.com, Kamis, (25/7/2024).

Ia menjelaskan, pihaknya juga melakukan berbagai upaya agar siswa di SDN 195 Pekanbaru bisa mendapatkan bantuan beasiswa.

“Yang penting mereka punya NIK, pasti akan kami bantu untuk mendapatkan PIP. Yang tidak memiliki dokumen kependudukan, kami bantu menguruskan dokumennya, agar bisa mendaftar beasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, kendala dalam pengurusan dokumen kependudukan ini mempunyai masalah yang beragam, mulai dari pergantian nama orang tua, dokumen dibawa calo, hingga orang tua tidak memiliki kartu identitas apa pun.

“Banyak orang tuanya yang datanya bermasalah, ada yang memang tidak ada surat sama sekali, dokumennya dibawa kabur calo saat ngurus perpindahan dari Bangkinang ke Siak, ada yang nama orang tuanya berbeda saat di Nias dan di Pekanbaru. Tapi kami upayakan untuk mengatasi hal ini dengan bekerja sama dengan RT/RW setempat, yang penting anak ini bisa sekolah,” terangnya.

Bahkan, setiap pencairan beasiswa, guru-guru juga turut andil dalam mengedukasi dan mengurus berkas orang tua agar beasiswa tersebut dapat tersalurkan dengan baik.

“Biasanya kalau beasiswanya sudah cair, kami akan mengumpulkan orang tua ini untuk di edukasi, uangnya dipakai untuk keperluan sekolah anak, jangan untuk hal lain. Kan lumayan bisa dibelikan tas, buku, maupun sepatu anak kita,” ungkapnya.

Sebagai kepala sekolah, ia juga mengaku melarang para guru untuk mendampingi orang tua dalam mencairkan beasiswa ke bank.

“Di rapat orang tua itu nanti guru kita bantu ngurusin file yang harus dibawa, dikumpulkan, lalu diberikan ke orang tua biar gampang saat dibawa ke bank. Kadang kalau rapat ini sampai harus ada penerjemah biar tidak terjadi miskomunikasi antara pihak sekolah dengan wali murid. Tapi saya melarang keras guru sampai mendampingi mereka pencairan ke bank, takutnya nanti menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. ***