RENGAT, GORIAU.COM - Walau sudah 69 tahun Indonesia merdeka, namun masih banyak masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang belum menikmati penerangan listrik PLN, bahkan masih menggunakan lampu 'teplok' sebagai alat penerangan. Seperti masyarakat Desa Suka Jadi atau yang lebih dikenal dengan Lumu seberang, Kecamatan Kuala Cenaku.

Masyarakat sudah sejak lama mendambakan listrik. Bahkan sejak desa berdiri sekitar 30 tahun silam. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Suka Jadi, Amir Hamzah melalui anggota BPD Masnur (42) kepada GoRiau.com, Senin (11/8/2014) di Pematang Reba.

"Saat ini masyarakat menggunakan mesin diesel desa yang dikelola perusahaan sebagai pembangkit listrik, hal ini sangat memberatkan masyarakat karena harus membayar hingga Rp 350.000/bulannya dan bahkan lebih, dan itu menyala dari jam 18.00 sampai jam 00.00 WIB setiap malamnya," sebut Masnur.

Dikatakan Masnur, tidak seluruhnya masyarakat yang menggunakan penerangan listrik ini, karena tak sanggup bayar. Sebahagian besar masyarakat masih menggunakan lampu teplok (lampu minyak tanah) sebagai alat penerangan. Sedangkan saat ini minyak tanah juga sudah mahal, yaitu mencapai Rp 10.000/liternya.

"Maka dari itu kami berharap pada pemerintah Inhu dan PLN untuk memprogramkan penyambungan PLN ke desa kami ini, agar kami juga bisa merasakan hal indahnya malam dengan penerangan listrik PLN seperti masyarat yang lain," pungkasnya.(jef)