PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Provinsi Riau untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, Sabtu (11/7/2026). Peringatan dini cuaca ekstrem ini berlaku untuk sejumlah kabupaten dan kota sejak pagi hingga malam hari.

Pola cuaca yang tidak menentu masih mendominasi wilayah Riau. Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Yasir P menyebutkan bahwa guyuran hujan sudah terpantau sejak pagi di beberapa titik.

"Pagi hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Dumai. Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Indragiri Hilir pagi serta sore hingga malam hari," jelasnya.

Memasuki siang hari, langit Riau diprakirakan cerah berawan. Namun, awan mendung akan kembali berkumpul sore hingga malam nanti. Hujan dengan intensitas bervariasi siap membasahi wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kota Dumai.

Potensi hujan ini bahkan bisa berlanjut hingga dini hari untuk kawasan Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai. Suhu udara di seluruh wilayah tersebut diperkirakan cukup hangat, berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan mencapai 55 hingga 100 persen.

Kondisi Perairan Riau

Selain informasi cuaca daratan, BMKG juga memantau pergerakan angin yang bertiup dari arah tenggara ke barat dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam. Beruntung, kondisi ini tidak memicu gelombang tinggi di lautan.

"Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar," urainya. ***