PEKANBARU - Sinyal bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyala terang di Pulau Sumatra. Lebih dari empat ribu titik panas tiba-tiba bermunculan, memicu kekhawatiran akan terjadinya bencana kabut asap lintas provinsi pada Selasa (15/9/2026).

Dari total ribuan anomali suhu tersebut, Provinsi Riau turut menyumbang puluhan titik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Enam di antaranya bahkan terdeteksi dengan tingkat kepercayaan 80 sampai 100 persen, yang mengindikasikan kuat adanya kobaran api menyala di lapangan.

"Tercatat 4.127 titik panas di Sumatra, dengan 96 titik di antaranya berada di Provinsi Riau," urai Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira M.

Indragiri Hulu Catat Rekor Terbanyak

Wilayah Kabupaten Indragiri Hulu kini berada di garis depan ancaman karhutla darat. Daerah ini menjadi penyumbang titik panas terbanyak di Riau, jauh meninggalkan kabupaten maupun kota lainnya.

Berikut adalah rincian sebaran 96 titik panas yang mengepung wilayah Provinsi Riau berdasarkan pantauan satelit:

  • Kabupaten Indragiri Hulu: 70 titik
  • Kota Dumai: 7 titik
  • Kabupaten Pelalawan: 6 titik
  • Kabupaten Kampar: 4 titik
  • Kabupaten Indragiri Hilir: 4 titik
  • Kabupaten Siak: 2 titik
  • Kabupaten Bengkalis: 1 titik
  • Kabupaten Kepulauan Meranti: 1 titik
  • Kabupaten Rokan Hulu: 1 titik

Peta Sebaran Titik Panas Sumatra

Secara regional, Sumatra Selatan mengalami lonjakan ekstrem dan menjadi provinsi dengan kondisi paling mengkhawatirkan. Ribuan titik panas terpusat di wilayah tersebut, menyumbang porsi dominan dari total keseluruhan hotspot di Sumatra.

Selain Sumatra Selatan dan Riau, pencitraan udara juga merekam kemunculan titik panas di berbagai provinsi tetangga dengan rincian sebagai berikut:

  • Sumatra Selatan: 2.878 titik
  • Lampung: 468 titik
  • Bangka Belitung: 318 titik
  • Jambi: 285 titik
  • Bengkulu: 31 titik
  • Sumatra Barat: 24 titik
  • Kepulauan Riau: 15 titik
  • Sumatra Utara: 12 titik

Kemunculan titik panas yang masif pada fase pergantian cuaca ini menjadi alarm keras bagi satuan tugas darat maupun udara untuk segera merapatkan barisan, memetakan titik koordinat, dan melakukan mitigasi pembasahan lahan sebelum kobaran api merambat semakin luas. ***