PEKANBARU - Laju perekonomian Kota Pekanbaru mencatatkan tren positif yang melampaui rata-rata nasional. Pada Triwulan II Tahun 2026, ibu kota Provinsi Riau ini membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,39 persen secara year-on-year (yoy), menjadikannya sebagai kota dengan capaian tertinggi di seluruh Indonesia.
Angka tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan paparan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, capaian Pekanbaru berada di atas Batam yang menyusul dengan 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen, serta Palopo 6,97 persen. Rata-rata pertumbuhan nasional sendiri berada di level 5,29 persen (yoy).
Fokus Kesejahteraan Warga dan UMKM
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho melihat capaian ini bukan sekadar deretan angka statistik. Ia menekankan bahwa posisi pertama membawa tanggung jawab untuk memastikan denyut nadi perekonomian benar-benar dirasakan hingga ke lapisan bawah masyarakat.
"Alhamdulillah, ini kabar yang membanggakan bagi masyarakat Pekanbaru. Tetapi bagi kami, bukan sekadar soal menjadi nomor satu. Yang paling penting adalah ekonomi kota bergerak, investasi tumbuh, UMKM hidup, lapangan pekerjaan terbuka, dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," paparnya.
Pertumbuhan ekonomi ini berjalan selaras dengan aliran modal yang masuk ke daerah. Selama periode Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi di Pekanbaru menembus angka Rp7,35 triliun, atau mencapai 156,02 persen dari target yang ditetapkan. Khusus pada Triwulan II, realisasinya tercatat sekitar Rp4,79 triliun.
Menjaga Iklim Investasi Berkelanjutan
Guna mempertahankan tren positif tersebut, Pemkot Pekanbaru memprioritaskan kemudahan perizinan, peningkatan layanan publik, dan perbaikan infrastruktur. Iklim usaha yang sehat dinilai akan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat lokal.
"Kepercayaan ini harus kita jaga. Pemerintah harus terus memberikan kemudahan berusaha, memperbaiki pelayanan, membangun infrastruktur dan menciptakan kota yang aman, bersih serta nyaman," urainya.
Agung mengingatkan jajarannya agar tidak menjadikan persentase tinggi tersebut sebagai tujuan akhir. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk mempertahankan predikat Pekanbaru sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi utama di Pulau Sumatra.
"Angka 7,39 persen ini bukan garis finis. Ini justru menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras. Pertumbuhan harus menghadirkan kesejahteraan," tegasnya. ***


