Salat lebaran, merupakan salah yang terkesan istimewa untuk dilakukan. Bagaimana tidak, dalam 1 tahun, hanya ada dua salat lebaran untuk ummat muslim yaitu Salat Idul Fitri dan Salat Idul Adha.
Lebaran pula, merupakan hari yang sangat ditunggu anak-anak pedesaan, terutama di Desa Mekong Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Sejak pagi, anak-anak ini biasanya sudah terlihat bertebaran di jalan raya, rumah-rumah dan masjid.
Biasanya habis subuh anak-anak langsung mengunjungi paman, bibik, maupun kakek dan nenek. Mereka bermaaf-maafan.
Setelah selesai mengunjungi saudara, anak-anak biasanya pergi ke masjid. Mereka tidak langsung salat, melainkan bermain bersama teman-teman yang lain. Sebelum dimulainya salat, anak-anak kecil biasanya tetap di luar masjid.
Seperti yang terlihat di Masjid Al Hidayah Desa Mekong, Kamis (24/9/2015) pagi, beberapa anak-anak terlihat asik bermain. Mereka ramai-ramai melihat sapi yang akan disembelih saat kurban.
Entah apa yang menarik dari hewan memiliki badan besar dan berwarna cokelat itu. Yang jelas, tiap Idul Adha, pasti ada saja anak-anak yang doyan melihatnya.
Terkadang beberapa anak memberikan sapi tersebut makan sambil berkata. "Banyak-banyak makan, kang kene semelih," dalam logat bahasa daerah.
Permainan anak-anak seketika terhenti ketika salat hari raya dimulai. Namun, itu hanya sebentar. Biasanya saat berlangsungnya salat, masih saja terdengar candaan anak-anak. Mereka tidak menjalankan salat dengan khusyuk.
Mulai dari sebelum salat, saat salat, hingga berakhirnya salat, anak-anak kecil tetap saja dengan candaannya. Saat pemotongan hewan, mereka juga terlihat masih bercanda sambil melihat hewan berbadan besar itu disembelih.
Setidaknya itulah gambaran anak-anak di pedesaan. Meski masih banyak keterbatasan, mereka tidak merasa bersedih. Mereka tidak perlu smart phone, mereka tidak perlu Play Station, mereka tidak perlu ke time zone, cukup di desa dengan pemandangan dan permainan seadanya mereka sudah bisa berbahagia.(zal)


