PEKANBARU – Klinik mata Riau Eye Center (REC) resmi hadir di Kota Pekanbaru. Fasilitas ini menjadi yang pertama di Riau dengan layanan khusus untuk pasien glaukoma dan retina, serta dilengkapi teknologi modern dan tenaga medis berpengalaman.

Humas REC Pekanbaru, Rahmad Hidayat, mengatakan kehadiran klinik ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi dan pengobatan mata secara menyeluruh.

"Pelayanan kami di REC fokus kepada glaukoma dan retina, karena kami memiliki dokter spesialis yang khusus menangani dua bidang itu. Tapi bukan berarti penyakit mata lain tidak bisa ditangani di sini," ujarnya, Senin (5/5/2025).

Dalam rangka pembukaan awal atau soft opening, REC memberikan layanan konsultasi gratis bagi 20 pasien pertama. Namun, bagi pasien yang belum kebagian promo, biaya pemeriksaan dan pengobatan disebut sangat terjangkau.

Klinik ini buka setiap hari, Senin hingga Jumat pukul 08.00 sampai 17.00, dan Sabtu hingga pukul 15.00. Untuk urusan asuransi, REC tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai penyedia asuransi, baik swasta maupun pemerintah.

"Sampai saat ini kami masih berupaya menjalin kerja sama, seperti dengan Allianz, Prudential, termasuk BPJS. Harapan kami, semua lapisan masyarakat bisa merasakan pengobatan mata terbaik," jelas Rahmad.

Sementara itu, pemilik sekaligus dokter spesialis mata subspesialis retina, Dr Herman, SpM, menyampaikan bahwa konsep klinik ini dirancang agar terasa seperti rumah, sehingga pasien merasa lebih nyaman dan tidak canggung saat berobat.

"Interior kami buat senyaman mungkin, tidak seperti rumah sakit pada umumnya. Kami ingin pasien merasa santai dan tenang. Selain itu, kami akan memberikan penjelasan sejelas-jelasnya untuk setiap kondisi pasien," ungkapnya.

Hal senada disampaikan dokter spesialis mata subspesialis glaukoma, Dr Nur Chaironika, SpM, yang juga menjadi penanggung jawab di REC. Ia menegaskan, meskipun klinik ini tergolong baru, tim dokter sudah sangat berpengalaman.

"REC memang baru berdiri, tapi kami sudah berkecimpung selama 14 tahun di dunia kesehatan mata. Jika kami bisa tangani, akan kami selesaikan. Jika tidak, kami akan carikan solusi terbaik bagi pasien," tuturnya. ***