PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan langkah nyata dalam mengoptimalkan aset daerah yang tidak terpakai. Lahan bekas Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang berlokasi di Simpang Melur, Kecamatan Sukajadi, kini resmi bertransformasi menjadi Kencana Mini Soccer, sebuah fasilitas olahraga modern yang diperuntukkan bagi warga sekitar.

Peresmian lapangan hijau ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Jumat (16/1/2026). Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memecah kepadatan aktivitas di kawasan Sukajadi dengan menyediakan ruang terbuka yang fungsional bagi pemuda dan pecinta olahraga.

Agung Nugroho menegaskan bahwa pembangunan Kencana Mini Soccer didasari oleh sulitnya akses masyarakat terhadap lapangan olahraga berkualitas di tengah kota yang biasanya berbayar mahal. Oleh karena itu, ia menjamin penggunaan lapangan ini sepenuhnya bebas biaya bagi masyarakat umum.

“Lapangan ini gratis untuk masyarakat. Syaratnya hanya satu, masuk bersih dan pulang juga harus bersih. Kita ingin fasilitas yang dibangun dengan uang rakyat ini tetap terjaga keasriannya,” ujar Agung di sela-sela peninjauan fasilitas.

Namun, demi menjaga kenyamanan bersama, pemerintah akan menerapkan sistem manajemen waktu yang ketat. Agung mengingatkan agar tidak ada pihak yang mendominasi penggunaan lapangan, sehingga seluruh lapisan warga memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkannya.

“Waktu pemakaian akan diatur agar bisa digunakan secara tertib dan bergantian. Ini penting agar tidak terjadi gesekan dan semua warga merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru berharap Kencana Mini Soccer menjadi pemantik gaya hidup sehat sekaligus ruang interaksi positif untuk menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif. Revitalisasi lahan tidur menjadi sarana olahraga ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam meningkatkan indeks kebahagiaan warga melalui penyediaan fasilitas publik yang humanis dan mudah dijangkau.

Dengan dibukanya lapangan ini, warga Sukajadi kini memiliki ikon baru sebagai pusat kegiatan komunitas yang diharapkan dapat dirawat secara swadaya oleh masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab.***