PEKANBARU - Pesawat Cassa 212 yang difungsikan untuk operasi tekhnologi Modifikasi Cuaca (TMC) alias hujan buatan di Provinsi Riau kembali mengudara, Senin (12/9/2016). 800 kilogram garam di semai agar hujan turun dan kebakaran lahan dan hutan bisa padam.
Informasi yang dirangkum dari posko di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, BPPT-BNPB kembali mengerahkan pesawat Cassa 212, dengan target semai di langit Kabupaten Pelalawan, Inhu dan Inhil. Diharapkan itu dapat memicu awan potensial hujan.
"Tiga kabupaten tersebut jadi target realisasi (semai garam, red), dengan level ketinggian 9 ribu feet," ungkap Kasi Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Mayor Ferry Duwantoro kepada GoRiau.com (GoNews Group), Senin sore.
Alasannya, dari pengamatan udara, awan di sana bisa dibilang cukup potensial (mengandung uap hujan, red). "Tadi kita amati ada awan CuSc di Riau bagian timur dan awan Cu dengan puncak awan 10.000 feet di Riau bagian tenggara," sambungnya.
Hingga saat ini, Satgas terus mengupayakan hujan buatan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan di Riau. Tercatat, sudah 51.640 ton garam disemai. "Kita masih ada stok di gudang sebanyak 23.480 ton," singkat Mayor Ferry. ***


