DURI, GORIAU.COM - Percobaan perampokan menggunakan senjata api (senpi) di Kota Duri, Mandau, Bengkalis, Riau, Kamis (7/5/2015) sekitar pukul 10.30 WIB kembali terjadi. Peristiwa percobaan perampokan ala koboi ini tepatnya terjadi di Jalan Purnama Gang Slais RT.04 RW.06 Kelurahan Babbusalam, Kecamatan Mandau. Kali ini korbannya Cory Indah (29) dan adiknya Yulia Indah warga Jalan Desa Harapan, Kelurahan Air Jamban, Mandau.
Kedua korban mengalami luka tembak pada bagian kaki, tangan dan juga pinggang. Usai kejadian tersebut kedua korban dilarikan ke RS Chevron, Duri.
"Awalnya korban Mulyadi bersama dua orang anaknya yang perempuan mengendarai mobil merk Honda CRV dengan nopol BM 1621 EX hendak akan mengantarkan undangan," ungkap Darisman yang berprofesi sebagai Ketua RT.
Darisman melanjutkan, usai mengantarkan undangan ke rumah salah seorang kerabat. Kemudian korban menuju ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanan. Baru hendak berjalan, empat orang pelaku percobaan perampokan menghujani mobil yang dikemudikan adik Mulyadi. Diketahui, pelaku berjumlah 4 orang dengan menggunakan 2 sepeda motor merk Yamaha jenis Vixion.
"Keempat pelaku langsung mengacungkan senjata apinya dan menembak dinding mobil sebelah kiri dan kanan. Keempat pelaku memaksa untuk membuka pintu kanan dan kiri bagian depan. Pelaku pun menggeledah isi dalam mobil, lalu menembak dua korban," ucap Darisman.
Setelah itu Cory yang duduk dikursi sebelah sopir pun tak luput dari peluru panas pelaku. Yang paling mengerikan lagi, saat Cory turun dari mobil meminta ampun kepada pelaku sambil mengangkat tangan, tetap ditembak pelaku.
"Yang saya dengar itu ada 4 kali tembakan. Karena selain dinding mobil, ban depan sebelah kiri juga ditembak pelaku hingga bocor," terang Darisman dengan mulut sedikit menggigil.
Dilanjutkan Darisman, polisi datang setelah dihubunginya, namun pelaku sudah sempat kabur ke arah Jalan Hang Tuah, Kota Duri. Keempat pelaku menggunakan helm dan pakai jaket.
Kapolsek Mandau Kompol Jose DC Fernand melalui Panit 1 Iptu Ismanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.
"Apa motif kejadian itu kita belum dapat memastikan. Kita masih melakukan penyelidikan atas kejadian itu dan motifnya belum kita ketahui pasti. Saat kita masih melakukan pengembangan," katanya. (ric)


