PANGKALAN KERINCI - Pemerintah Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan melarang penangkapan ikan di Sungai Mamahan menggunakan setrum dan racun ikan.

Papan peringatan dipasang oleh pemerintah desa bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas, perbatinan, kelompok nelayan, komunitas pancing dan mahasiswa.

"Hari ini, kita pasang papan imbauan di sejumlah titik Sungai Mamahan," kata Kepala Desa (Kades) Pangkalan Gondai, Zulfahmi, Senin (12/8/2019).

Dikatakannya, papan imbauan dipasang agar kelestarian ekosistem sungai dapat terjada dan keramba ikan milik nelayan tetap aman. Sungai Mamahan menjadi sumber penghidupan bagi sebagisn masyarakat setempat.

"Ada tiga pemasangan papan imbauan di sepanjang Sungai Mamahan, yakni di jembatan, pemandian Pasar Lama dan Seminai," sebutnya.

Ditegaskan Kades Zulkifli, larangan menangkap ikan menggunakan setrum maupun racun berlaku bagi seluruh warga desa dan luar desa. "Menangkap ikan di Sungai Mamahan, siapapun dilarang menggunakan setrum dan racun," tandasnya, kepada GoRiau.

Papan imbauan bertulisakan, melakukan penangkapan ikan di sungai dengan menggunakan bahan kimia, bahan bioligis atau meracun, menyetrum, tuba akar dapat dihukum pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1.200.000.000 sebagaimana yang dimaksud dalam UU Nomor 31 Tahun 2019 Tentang Perikanan.*