RENGAT- Satu unit komputer alat berat (excavator) dan sejumlah peralatan lainnya milik PT STL bernilai ratusan juta rupiah raib digondol kawanan maling di Sungai Ubo, Desa Pauh Ranap, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Â
Berdasarkan laporan operator excavator Benny Saputra (24) warga Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, Sumut yang merupakan pengurus PT STL kepada kepolisian setempat menyebutkan bahwa, kejadian itu terjadi pada, (Selasa 19/1/2016) 03.00 Wib.
Disebutkannya, Sekitar pukul 03.00 WIB dinihari, tiga orang penjaga alat bernama, Matnur, Paimin dan Kadri didatangi 3 orang tidak dikenal dan langsung mengancam dengan sebilah parang. "Mereka dipukul dibagian kepala, kaki dan tangan mereka diikat serta mulut mereka dilakban," sebutnya.
Sebelum menggasak komponen excavator itu, kernat alat berat, Andre (19) yang juga warga Langkat, Sumut tengah tidur didalam alat tersebut juga didatangi pelaku.
"Akibat melakukan perlawanan, Andre langsung dibacok pelaku dan mengenai pelipis sebelah kanan, telapak tangan sebelah kanan, dan lutut sebelah kiri korban. Begitu Andre rubuh, mulutnya juga diikat lakban," terangnya.
Menurut Benny, pelaku pencurian tersebut bukanlah orang biasa, pelakunya pasti yang ahli. Karena, computer eskavator ini cukup tersembunyi dan tidak semua orang yang mengetahui keberadaanya, ucapnya. Â
Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo melalui Paur Humas Polres Iptu Yarmen Djambak kepada GoRiau.com, Rabu (20/1/2016), membenarkan kejadian tersebut dan telah menerima laporan korban. Â
"Kita sudah menerima laporan korban dengan nomor laporan LP:04/I/2016/Res. Inhu/Sek.Prp. Dan saat ini kita sedang melakukan proses penyelidikan. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangannya," jelasnya.
Adapun barang yang hilang, yaitu berupa, Elektrik dan Panel Computer excavator jenis Komatsu 7 unit. Elektrik Panel Computer Excavator jenis Hitachi 3 unit, 3 unit HP milik korban.
"Pelaku diduga berjumlah 8 orang. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 800 juta rupiah. Sementara barang bukti yang ditemukan dilokasi berupa 1 bilah parang, lakban dan tali plastik. Hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran polisi," pungkas Yarmen menjelaskan.***


