TEMBILAHAN- Disaat harga kelapa yang semakin rendah, petani di Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Inhil semakin dibuat sengsara dengan rusaknya perkebunan kelapa milik mereka.

Pohon kelapa di kebun milik mereka, terancam mati dikarenakan serangan hama kumbang yang menyerang.

Untuk menyelamatkan mata pencahariannya, perwakilan dari para petani pun mendatangi wakil mereka di DPRD Inhil, Senin (28/8/2017) untuk meminta sosuli dari permasalahan tersebut.

Disambut para Anggota di Komisi II DPRD, lima orang perwakilan petani pun menceritakan keluh kesah mereka, dimana menurut mereka, hama kumbang tersebut mulai menyerang kebun mereka sejak beroperasinya PT Krisna Kerta Kencana (K3).

''Pohon kelapa kami rusak akibat serangan hama, sudah kami atasi dengan memberikan perstisida, namun belum membuahkan hasil,' ujar H Ali selaku juru bicara masyarakat.

Tidak hanya pohon yang rusak akibat serangan hama kumbang yang diduga dari PT K3, petani juga mengeluhkan tindakan PT K3 yang memasang patok-patok tanda di kebun kelapa mereka yang produktif. 

''Kami takut nantinya kebun kelapa kami diklaim perusahaan itu, makanya kami datang kemari, berharap bapak-bapak di sini bisa memberikan bantuan,'' lanjut Ali.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Edi Gunawan selaku Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil mengatakan agar terlebih dahulu dilakukan perundingan antar para petani di sana.

''Setelah adanya kesepakatan sesama petani di sana, kirimkan poin-poinnya kepada kami melalui surat resmi, setelah itu akan kita carikan solusinya,'' tukas Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.(adv)