TELUKKUANTAN - Memasuki tahun 2017 mendatang, seluruh kewenangan SMA sederajat akan diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Riau. Begitu juga dengan SMA Negeri Pintar yang menjadi kebanggaan masyarakat Kuansing.
Jika demikian, maka persaingan anak-anak Kuansing akan semakin ketat. Sebab, secara otomatis anak-anak dari kabupaten lainnya juga akan mengincar belajar di SMAN Pintar.
"Selama ini, yang belajar merupakan lima siswa pilihan dari 15 kecamatan yang ada," ujar Kepala SMAN Pintar Kuansing, Familus kepada GoRiau.com pada Selasa, 19 April 2016.
"Nah, kalau kewenangannya sudah berpindah ke provinsi, tentu semua anak Riau berkesempatan untuk masuk," tambah Familus.
Jika kebijakan Pemprov Riau seperti itu, kata Familus, bisa saja tidak ada anak Kuansing yang belajar di SMAN Pintar. "Kita bukan menyepelekan lulusan SMP Kuansing, cuma mampukah mereka bersaing dengan sekolah lain di Riau."
"Tapi, sampai saat ini belum jelas kebijakan seperti apa. Kemungkinan besar, pengelolaan seperti SMA Plus. Jika demikian, maka anak Kuansing harus siap bersaing," beber Familus.
Kendati demikian, ia berharap porsi untuk Kuansing dilebihkan dari kabupaten kota lainnya. "Setidaknya 60 : 40 lah, biar orang Kuansing bisa mengenyam pendidikan di sekolah kebanggaannya," tutup Familus.***


