PEKANBARU, GORIAU.COM - Layaknya anak baru gede penuh gairah kasmaran, RR yang masih berusia 15 tahun menaruh rasa dengan SP (24), seorang sopir angkot warga Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru. 'Cinta monyet' keduanya dirajut secara diam-diam tanpa sepengatuan pihak keluarga.

Alhasil, RR terkesima bujuk rayu sang pacar yang baru dikenalnya belum lama itu. Sopir angkot pun memanfaatkan situasi tersebut dengan mengajak si ABG berkencan dengan cara kabur dari rumah.

Hendri (20), kakak kandung RR tidak terima perbuatan SP hingga kemudian melaporkannya ke pihak aparat kepolisian. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (22/11/2013) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Ketika itu, saya sedang kuliah sementara adik saya (korban) berada di rumah yang berlokasi di Jalan Budi Daya, Panam, Pekanbaru," kata Hendri.

Saksi kemudian menerima laporan dari rekannya bahwa pelaku membawa lari adik kandungnya itu dari rumah. "Saya kemudian mengecek ke rumah dan ternyata benar. Setelah itu baru lapor ke pihak kepolisian," katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria mengaku telah menerima laporan kasus tersebut. Menurut dia, petugas juga telah mengambil keterangan saksi-saksi termasuk pelapor yang merupakan kakak kandung korban.

Sampai saat ini, demikian Arief, pihaknya masih memburu pelaku yang telah diketahui identitasnya itu.

Kasus melarikan anak dibawah umur telah berulang kali dilaporkan ke pihak Kepolisian Resor Pekanbaru.

Sebelumnya anak dibawah umur masih duduk di bangku SMP di Pekanbaru diduga telah dilarikan oleh pacarnya. Kajadian berawal saat ES yang masih berumur 13 tahun (korban) tak kunjung pulang dari sekolahnya.

Selain itu, juga masih banyak kasus yang sama telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian mengimbau agar para orang tua dapat senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama para gadis yang masih berusia kurang dari 17 tahun.(fzr/ant)