JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat terinfeksi novel 201 coronavirus (2019 n-Cov) atau virus corona terus bertambah. Hingga Sabtu (24/1/2020), sudah merenggut 42 jiwa.

Dikutip dari republika.co.id, dokter spesialis paru RS Awal Bros Bekasi Timur, dr Annisa Sutera Insani, SpP, Coronavirus merupakan virus yang ditransmisikan secara zoonotic, yaitu antara hewan ke manusia. Pada kejadian luar biasa di Wuhan, China, sebagian besar pasien pneumonia of unknown origin memiliki kesamaan pernah bepergian ke pasar hewan laut. Infeksi ini mungkin dapat terjadi karena faktor higienitas dan kondisi pasien yang imunocomromised.

Annisa mengatakan, Coronavirus merupakan bagian dari virus yang menyebabkan spektrum penyakit dari melasma hingga penyakit yang lebih berbahaya seperti MERS-CoV dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Virus ini dapat menular melalui riwayat kontak dan udara.

Gejala yang timbul dari virus tersebut adalah demam, lemas, batuk, dan sesak atau kesulitan bernafas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat. Orang dengan lanjut usia atau sedang memiliki penyakit penyerta lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Adapun, dampak terburuk yang dapat terjadi adalah infeksi berat (sepsis), kondisi shock, gagal pernafasan, dan meninggal.

Indikasi-indikasi medis yang dapat menyatakan bahwa seseorang terserang virus tersebut adalah indikasi medis yang dalam masuk kategori suspect (terduga) yaitu pasien dengan gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Namun, dalam kondisi yang berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tanpa etiologi (bakteri atau virus) yang jelas dan minimal memenuh satu dari kriteria seperti riwayat perjalanan ke Wuhan, China selama 14 hari terakhir. Kriteria lain yang bisa jadi indikasi adalah pasien merupakan petugas kesehatan yang merawat pasien infeksi akut respirasi yang berat.

Kriteria lainnya adalah kontak erat dengn pasien probable case nCoV selama 14 hari terakhir, atau berkunjung ke pasar hewan hidup di Wuhan, China, atau pengunjung atau petugas kesehatan di Rumah Sakit yang dilaporkan menangani kasus nCoV tersebut.

Pada 31 Desember 2019 lalu, World Health Organization (WHO) menyatakan pneumonia of unknown etiology di Kota Wuhan, China. Pneumonia ini disebabkan oleh jenis Coronavirus yang baru (2019-nCoV) yang belum pernah terdeteksi pada manusia.***