DURI, GORIAU.COM - Lagi-lagi PSB di kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis tercoreng akibat ulah oknum pihak sekolah. Salah satu contohnya di SMAN 2 Mandau, dimana diduga telah terjadi permainan penerimaan siswa baru di sekolah tersebut. Pasalnya kuota penerimaan pelajar SMP di SMAN 2 Mandau sebanyak 324 orang.

Dari informasi yang dihimpun GoRiau.com di sekolah tersebut, Jumat (12/6/2015) pagi, banyak orang tua yang merasa kecewa tidak bisa memasukkan anaknya untuk kategori lingkungan. Padahal mereka tinggal di kelurahan Balik Alam, Batang Serosa dan Gajah Sakti. Dimana kuota kategori lingkungan 50 persen dari jumlah penerimaan pelajar SMP sebanyak 324 orang, yaitu 162 orang.

Banyak pertanyaan orang tua murid, apakah kuota tersebut mencukupi. Ada beberapa orang tua murid yang tidak ingin namanya disebutkan menjabarkan, kalau kuota kategori lingkungan di SMAN 2 Mandau kurang, maka akan disisip dari kategori reguler. Tentu jelas, ada permainan disini.

"Kalau memang nantinya diseleksi dari ranking tertinggi, kenapa anak kategori lingkungan di kelurahan Balik Alam, Batang Serosa Gajah Sakti, tidak semua bisa masuk di SMAN 2 Mandau. Ini ada apa, kok semakin sulit saja masuk SMA tiap tahunnya," ungkap salah seorang wali murid yang tidak mau disebutkan namanya kepada GoRiau.com di SMAN 2 Mandau.

Bahkan, terlihat pelajar SMP yang menangis karena tidak bisa masuk kategori lingkungan di SMAN 2 Mandau. Padahal anak tersebut tinggal di kelurahan Balik Alam, Batang Serosa dan Gajah Sakti.

Kepala Sekolah SMAN 2 Mandau Fadilah kepada GoRiau.com, membenarkan hanya kelurahan Gajah Sakti pelajar SMP yang tinggal di RW 03, mencakup RT 01, 02, 03 dan 04. Sedangkan kelurahan Batang Serosa hanya yang tinggal di RW 01 yang mencakup RT 01, 02 dan 03. Diluar itu, pihak sekolah tak menerimanya.

"Keputusan itu sesuai dengan instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis. Kita hanya mengikuti instruksi saja," jelas Fadilah.(ric)