PEKANBARU, GORIAU.COM - Tidak banyak yang tahu bagaimana mereka bekerja di dalam hutan, menangani kebakaran lahan dan bertahan menghirup asap dengan kandungan partikel-partikel berbahaya.

Tidak hanya kekurangan oksigen, ternyata Tim Manggala Agni yang sejak Juni lalu bertugas 'memburu' asap mengeluh kekurangan obat terutama obat anti bisa, karena sering menjadi target dan 'langganan' binatang-binatang berbisa.

Hal itu disampaikan Koordinator Pemadam Manggala Agni, Rony Rodesa ketika Unit Pelaksana Teknis Penanggulangan Krisis Kesehatan Sumber Daya Manusia dan Kesehatan Olahraga Masyarakat (UPT PKKSDMKOM) melakukan cek kesehatan di Pos Kesehatan wilayah Rimbo Panjang, Jumat (2/10/2015).

"Ini pemeriksaan kesehatan kedua kami. Kali ini kami meminta bantuan oksigen. Selain itu juga obat-obatan, seperti tetes mata dan obat anti bisa ular. Anggota kami sering digigit kalajengking, lipan atau binatang berbisa lainnya seperti ular ketika bertugas," ungkap Rony Rodesa.

Lanjut Rony, sejak bulan Juni lalu Tim Manggala Agni telah ditugaskan mulai dari Jalan Harapan Raya Rimbo Panjang, Bangkinang Barat hingga ke Salo. Namun semenjak ditetapkannya status darurat pencemaran udara, mereka ditugaskan menetap memadamkan titik api di daerah  Rimbo Panjang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril saat dikonfirmasi mengaku bahwa ini merupakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kedua. Sebelumnya telah dilakukan di Diskes Provinsi Riau dan kedua kalinya saat ini di posko kesehatan Desa Tambang.

"Ini merupakan kegiatan skrining (deteksi dini, red) kesehatan untuk Tim Manggala Agni. Kurang lebih 27 orang anggota Tim Manggala Agni yang diperiksa tadi," ungkap Andra kepada GoRiau.com, Jumat Sore.

Sedangkan Kepala UPT PKKSDMKOM Jon Kenedy yang juga terlibat dalam pemeriksaan kesehatan ini menyanggupi permintaan Tim Manggala Agni.***