SELATPANJANG, GORIAU.COM - Camat Tebing Tinggi Timur (3T) Helfandi SE MSi mengaku pasca kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejak 2 bulan belakangan di Tebing Tinggi Timur telah melumpuhkan ekonomi masyarakat. Meski keluhan ini telah disampaikan ke dinas terkait, sampai saat ini belum juga ada tanggapan.

Demikian pengakuan yang disampaikan Helfandi kepada GoRiau.com, Jumat (21/3/2014) pagi.Kata Helfandi, pasca karhutla perekonomian masyarakat menjadi lumpuh, banyak masyarakat 3T dalam kesulitan. Ia juga telah mendata semua desa yang terkena dampak karhutla kepada pihak-pihak terkait agar segera diberikan bantuan."Kami selaku Pemerintah Kecamatan 3T sudah menyampaikan hal tersebut kepada dinas terkait untuk minta bantuan darurat bencana terhada musibah kebarakan ini. Saya juga sudah sampaikan surat permohonan paket sembako dan peralatan kebakaran seperti mesin pompa air ke Pemerintah Provinsi Riau, BPBD Riau ketika acara mendengar arahan Presiden RI di Pekanbaru beberapa waktu lalu," ujar Helfandi.Diungkapkannya lagi, meski sudah meminta bantuan ke semua pihak terkait, namun sampai saat ini belum ada bantuan. Helfandi tidak hanya meminta bantuan ke provinsi, ke Dinas Sosial Kabupaten Meranti pun minta bantuan, tapi lagi-lagi belum ada respon dari dinas yang menaungi kegiatan sosial di kabupaten berbatasan dengan Malaysia itu."Alhamdulillah sampai dengan sekarang belum ada bantuan dan respon baik dari provinsi maupun kabupaten. Semalam (Kamis, red) saya juga sudah berkomunikasi denga manajemen PT NSP terkait bantuan pasca kebakaran jangka pendek seperti paket-paket sembako, mudah-mudahan dalam minggu depan ini ada kejelasan," kata Helfandi pula.Sebagai tambahan, kebakaran yang terjadi di Tebing Tinggi Timur sejak dua bulan belakangan telah menghabiskan sekitar 5.500 Hektar lahan dimana 2.200 lahan milik PT NSP dan sisanya terbagi di 10 desa yaitu di Kepaubaru, Lukun, Batinsuir, Sungaitohor, Sungaitohor Barat, Nipahsendanu, Sendanu Darulihsan, Tanjungsari, Tangjunggadai, Telukbuntal.(zal)