PEKANBARU - Polemik yang melibatkan dua kader senior Partai Golkar di DPRD Riau, Parisman Ikhwan alias Iwan Patah dan Indra Gunawan Eet, resmi diambil alih oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Langkah ini ditempuh untuk memastikan proses penyelesaian berjalan secara objektif, profesional, dan sesuai dengan mekanisme organisasi.

Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Yulisman memastikan bahwa persoalan tersebut tidak lagi ditangani di tingkat daerah karena kini sudah menjadi kewenangan pengurus pusat.

"Masalah itu sudah ditarik ke DPP. Kalau kita di daerah sifatnya horizontal, sedangkan ini menjadi kewenangan vertikal DPP supaya lebih objektif," terang Yulisman.

Penyelesaian melalui pusat diharapkan mampu menghasilkan keputusan yang adil bagi semua pihak, sekaligus menjaga soliditas Partai Golkar di tengah dinamika internal. Yulisman juga menegaskan bahwa komunikasinya dengan kedua politisi tersebut tetap terjalin baik, dan hubungan personal mereka sama sekali tidak terganggu meski proses keorganisasian sedang berjalan.

"Ada komunikasi. Dua-duanya kawan saya," ucapnya singkat.

Sikap DPD I Golkar Riau ini mencerminkan upaya mengedepankan asas kekeluargaan dengan tetap menghormati proses yang kini menjadi wewenang penuh DPP. Seluruh kader di daerah diharapkan bisa menahan diri, menghargai mekanisme yang ada, serta menunggu keputusan resmi partai yang akan menjadi acuan bersama.

Sebagai informasi, perselisihan antara Iwan Patah dan Eet bermula saat berlangsungnya rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang rapat medium Sekretariat DPRD Riau. Ketegangan yang terjadi di dalam forum tersebut berlanjut hingga ke luar ruangan dan memicu aksi saling dorong yang melibatkan pendukung kedua belah pihak. ***