JAKARTA – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) mulai mengubah paradigma dalam berkontribusi bagi masyarakat. Menjelang penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) ke-50, sektor ini menegaskan bahwa peran mereka kini melampaui sekadar menyetor penerimaan negara, melainkan fokus pada investasi sosial yang berkelanjutan.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, George NM Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). SKK Migas mulai meninggalkan pola bantuan sesaat yang hanya berorientasi jangka pendek.

"Pendekatan lama tidak lagi cukup untuk menjawab dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks di sekitar wilayah operasi. Karena itu, PPM kami dorong menjadi bagian dari siklus operasi hulu migas yang sejajar dengan aspek teknis dan bisnis," tegas George dalam Media Briefing di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Perubahan ini didasari hasil kajian akademis yang menunjukkan bahwa pola bantuan lama belum mampu menciptakan kemandirian bagi warga di sekitar wilayah ring-1 proyek migas. Melalui pendekatan Logical Framework Approach (LFA), program sosial kini dirancang lebih sistematis agar selaras dengan target swasembada energi yang diusung Presiden Prabowo.

Selain dampak sosial, penguatan kapasitas pengusaha lokal juga menjadi sorotan. Chairperson of IPA Supply Chain Committee, Kenneth Gunawan, menyebutkan bahwa perusahaan dalam negeri kini memegang peran signifikan dalam rantai pasok. Meski demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama terkait pembiayaan proyek skala besar yang berjalan serentak.

"KKKS secara aktif melakukan asesmen serta pilot project bersama SKK Migas untuk meningkatkan kapabilitas penyedia barang dan jasa nasional. Upaya ini menciptakan multiplier effect ekonomi yang signifikan," ungkap Kenneth.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan energi fosil dan agenda transisi energi. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar industri ini tetap relevan di tengah pergeseran global.

Sebagai bagian dari rangkaian acara menuju puncak IPA Convex 2026, panitia juga membuka kompetisi karya tulis bagi jurnalis yang dimulai Selasa (27/1/2026). Kompetisi ini menantang kreativitas pers untuk mengulas isu investasi, teknologi, hingga ketahanan energi nasional.

"Saya ajak teman-teman wartawan untuk berpartisipasi pada lomba karya tulis ini," ajak Marjolijn. Pengumuman pemenang rencananya akan dilakukan pada hari terakhir gelaran IPA Convex ke-50, Jumat (22/5/2026). ***