BENGKALIS, GORIAU.COM - Naiknya harga BBM berdampak pada harga bahan pokok. Bahkan ibu rumah tangga di Bengkalis mengaku terkejut saat mengatahui harga cabe merah padang mencapai Rp60 per kilogramnya. Harga tersebut diyakini akan terus naik pasca kenaikan harga bahan bakar minyak dua hari lalu.


Sebetulnya harga cabe yang selangit itu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, namun sempat turun ke level Rp50 ribu lebih/kg, lalu kembali naik lagi Rp60 ribu/kg. “Harga Rp60 ribu/kg ini sebelum harga BBM naik, mungkin seiring harga BBM naik harga cabe merah akan kembali naik,” ujar Asmah (34), warga Bengkalis, Minggu (23/6/2013).


Belum diketahui penyebab harga cabe merah naik begitu tinggi, apakah akibat gagal panen atau ada penyebab lain,” Kita juga kurang tahu, kita ambil di pasar harganya Rp50 ribu lebih, jadi kita jual Rp 60 ribu, ambik untung sikit aja,” ujar salah seorang pedagang, Asun.


Biasanya harga cabe per kilogram di Bengkalis berkisar Rp 20.000-Rp 30.000,-. Sekali waktu pernah mencapai Rp40 ribu lebih saat bulan puasa atau menjelang lebaran tahun lalu, itupun masyarakat sudah menjerit. “Sekarang semuanya serba naik, bukan hanya cabe merah, bawang merah juga mahal. Tak taulah jelas lebaran nanti, berapa lagi mau naik,” imbuh Asmah.


Kenaikan harga sembako memang tidak bisa dielakkan lagi seiring kenaikan harga BBM. Hanya saja, kenaikan harga-harga tersebut di masa yang kurang tepat. Saat ini masyarakat juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk keperluan sekolah pada tahun ajaran baru, juga masa-masa menyambut buan suci Ramadhan dan hari raya.


“Bukan hanya soal kenaikan harga sembako yang kami risaukan saat ini, untuk kubutuhan sekolah anak-anak kami juga tidak sedikit. Baju dan semua perlengkapan sekolah mesti baru. Nampaknya harus kembali mengetatkan ikat pinggang,” keluh Mega pula.


Dampak kenaikan BBM juga dirasakan para penikmat bakso keliling. Biasanya satu porsi dijual Rp 8.000, sejak Sabtu lalu harga satu porsi naik menjadi Rp10.000. “Macam manalah mas, semua harga barang serba naik, mau tak mau kita juga menaikkan harga bakso,” kata mas Surip penjaja baso keliling. (jfk)