TEMBILAHAN – Pos SAR Tembilahan resmi mengoperasikan armada tempur laut terbaru berupa Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk memperkuat aksi penyelamatan di wilayah perairan Indragiri Hilir. Peresmian kapal cepat ini dilakukan bertepatan dengan peringatan hari jadi Pos SAR Tembilahan yang ke-11 sejak berdiri pada 16 Februari 2015 silam, Selasa (10/2/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, SSo MM, secara langsung meluncurkan operasional kapal tersebut di Pelabuhan Pelindo Tembilahan. Kehadiran kapal canggih ini diharapkan mampu memangkas waktu tanggap (response time) saat terjadi kecelakaan di laut maupun sungai yang menjadi nadi transportasi masyarakat setempat.
"Peluncuran RBB ini adalah langkah strategis untuk memastikan keselamatan di perairan Tembilahan semakin terjamin. Kapal ini dirancang khusus untuk kecepatan dan manuver tinggi dalam situasi darurat," ujar Budi Cahyadi, SSo MM, saat memberikan sambutan di hadapan para pemangku kepentingan maritim.
Dalam laporannya, Koordinator Pos SAR Tembilahan, Rio Putra, SH, menjelaskan bahwa RBB milik Basarnas ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni. Kapal dengan panjang 12,8 meter dan lebar 3,8 meter ini dibekali mesin ganda berkekuatan total 600 Horse Power (HP). Dengan kapasitas angkut delapan orang, armada ini sangat efektif untuk operasi pencarian, evakuasi medis, hingga respon cepat kecelakaan kapal di perairan terbuka.
Giat peresmian ini juga menjadi ajang memperkuat sinergi antarinstansi. Tampak hadir Kepala Sumber Daya, Ibnu Putra Dewantoro, SE, bersama jajaran dari Danposal AL Tanjung Datuk Tembilahan, Kasat Polairud Tembilahan, KSOP, hingga BPBD Indragiri Hilir. Kolaborasi ini dinilai krusial mengingat tantangan geografis wilayah Inhil yang didominasi perairan luas dan rimbunnya hutan bakau.
‘’Momentum ulang tahun ke-11 ini bukan sekadar seremoni, tapi pengingat komitmen kami untuk hadir bagi masyarakat. Doa bersama tadi adalah bentuk syukur atas dedikasi personel selama ini dalam misi kemanusiaan,’’ tambah Rio Putra, SH, menutup rangkaian kegiatan.
Kehadiran RBB diharapkan menjadi solusi nyata dalam menekan angka fatalitas kecelakaan air. Dengan kemampuan jelajah yang stabil di gelombang tinggi, tim SAR kini memiliki keunggulan taktis untuk menjangkau lokasi kejadian lebih cepat dibandingkan sebelumnya. ***


