PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau tengah mewaspadai ancaman kabut asap lintas provinsi yang bergerak dari arah selatan. Kondisi ini diperparah dengan temuan ratusan titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan yang terpantau aktif di dalam wilayah Riau, sehingga memicu kekhawatiran terhadap penurunan kualitas udara.

Pergerakan Asap Lintas Provinsi

Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan bersama BMKG, sebaran asap perlu segera diantisipasi. Pergerakan angin dari selatan menuju utara berpotensi besar membawa polusi udara masuk menyelimuti Riau.

"Ini asap kiriman dari Lampung, Sumatera Selatan dan Jambi yang masuk ke Riau, bercampur dengan asap yang dari Kerumutan Riau," jelasnya, Minggu (23/8/2026).

Ia menambahkan bahwa pergerakan asap ini bahkan telah meluas hingga ke wilayah Sumatera Utara. Kendati demikian, polusi tersebut belum sepenuhnya turun dan menyelimuti kawasan permukiman warga karena tertahan oleh dinamika arah angin yang membawanya ke arah utara.

Ancaman bagi Kelompok Rentan

Merespons potensi perburukan kualitas udara yang bisa terjadi sewaktu-waktu, Edy menekankan pentingnya langkah antisipasi kesehatan. Fokus utama perlindungan ditujukan kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan, seperti ibu hamil, bayi, serta balita.

"Untuk mengantisipasi, jangan sampai masyarakat terdampak. Kita perlu ada pembagian masker juga di sana," imbuhnya.

Pihaknya memastikan akan terus memantau arah angin yang menjadi faktor penentu utama pergerakan asap, guna memastikan setiap langkah mitigasi dan distribusi masker di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Ratusan Titik Panas Mengepung Riau

Potensi kabut asap ternyata tidak hanya bersumber dari provinsi tetangga. Forecaster on Duty BMKG, Ranti Kurniati memaparkan bahwa aktivitas titik panas di dalam Provinsi Riau sendiri masih sangat signifikan. Berdasarkan data yang diperbarui hingga Sabtu malam pukul 23.00 WIB, satelit mendeteksi 355 titik panas.

"Data hotspot Provinsi Riau yang ter-update pukul 23 WIB tadi malam sebanyak 355 titik dan terbanyak tersebar di Kabupaten Pelalawan yaitu sebanyak 216 titik," paparnya.

Terkait parameter cuaca, Ranti mengonfirmasi pola angin yang memicu pergerakan polusi saat ini. Ia mencatat angin dominan berembus dari arah tenggara dan selatan, bergerak menuju barat laut hingga ke arah utara, yang berpotensi terus meratakan sebaran asap di wilayah Riau dan sekitarnya. ***