BAGANSIAPIAPI - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat pesisir di Kepenghuluan Panipahan Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih harus berhadapan dengan infrastruktur yang memprihatinkan. Jalan Kuning Jalil, urat nadi perlintasan warga setempat, kini kondisinya berlubang dan sebagian badan jalannya ambles ke dalam hamparan lumpur pantai.

Kondisi jalan yang dibangun di atas kawasan bakau (mangrove) tersebut kini sangat berisiko jika dilalui kendaraan roda dua. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok, sehingga tidak sedikit warga yang terpaksa memilih berjalan kaki. Padahal, jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah penting seperti Dusun Sungai Sampai Niat, Teluk Palej, Tanjung Selamat, Sungai Ular, Sarang Burung, hingga lintas pesisir menuju Kubu dan Kubu Babussalam.

Urat Nadi Perekonomian Pesisir

Jalan bersejarah yang mengambil nama dari tokoh pembuka kampung sekaligus mantan Penghulu Panipahan, mendiang Kuning Jalil, ini memiliki jejak panjang. Sebelum Kabupaten Rohil mekar pada tahun 1999, akses ini sekadar jembatan papan bertiang kayu. Pembangunannya kemudian ditingkatkan menjadi lebih permanen oleh mantan Bupati Wan Thamrin Hasyim, lalu dilanjutkan dengan semenisasi pada era Annas Maamun.

Melihat kondisi kerusakan yang semakin parah, warga sangat berharap pemerintah daerah kembali turun tangan. "Kami berharap momen HUT RI ke-81 tahun 2026 ini, Jalan Kuning Jalil bisa diperbaiki. Ini akses nadi transportasi masyarakat untuk membawa hasil pertanian, perkebunan, serta tangkapan nelayan ke pusat pemerintahan kecamatan di Panipahan," harap Gion (43), salah seorang warga setempat, Minggu (16/8/2026).

Gion menambahkan bahwa melintasi jalur tersebut dengan sepeda motor saat ini sama halnya dengan menantang bahaya. Keluhan serupa rupanya telah disampaikan langsung oleh masyarakat kepada Bupati Rohil, Bistamam, saat ia melakukan kunjungan kerja ke Panipahan, Sabtu (15/8/2026).

"Kondisi ini sudah disampaikan kepada Bupati Bistamam saat kunjungan kemarin. Semoga lekas ada respons dari beliau," sambungnya.

Selain menanti tindak lanjut kepala daerah, masyarakat juga menagih realisasi janji Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Rohil, Khoirul Fahmi, yang sebelumnya sempat meninjau langsung kondisi kerusakan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait karena Khoirul Fahmi tengah menjalankan ibadah umrah, sementara Bupati Bistamam juga diketahui berhalangan hadir pada malam pengukuhan Paskibra Rohil 2026 di Gedung Serbaguna Bagansiapiapi. ***